Kecelakaan KRL vs Argo Bromo Anggrek

Update Data Kecelakaan KRL vs Argo Bromo Anggrek: 85 Korban Selamat dan 7 Meninggal

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) masih terus dilakukan oleh Personel Basarnas bersama Tim SAR gabungan terus mengevakuasi.

Editor: Torik Aqua
Tribun Jatim Network/TRIBUNNEWS/HERUDIN
EVAKUASI - Petugas mengevakuasi korban kecelakaan KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Sejumlah penumpang di dalam gerbong nampak kesulitan mengevakuasi diri karena akses tertutup bangku dan gerbong yang hancur.

Beberapa penumpang yang berhasil dievakuasi terlihat digotong petugas menggunakan tandu untuk segera mendapatkan penanganan medis.

Para penumpang terlihat lemas dan tidak mampu berjalan, bahkan kesulitan bernapas.

Beberapa ambulans juga terlihat berada di kawasan Stasiun Bekasi Timur untuk membawa penumpang yang perlu mendapatkan perawatan medis intensif.

Seorang penumpang Commuter Line, Munir, mengatakan, kejadian itu bermula saat kereta yang ia tumpangi dari arah Jakarta menuju Cikarang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

Kereta itu berhenti lantaran terdapat  Commuter Line dari arah Cikarang menuju Bekasi menabrak satu unit mobil taxi.

Ketika berhenti, melintas dari arah belakang Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek langsung menghantam Commuter Line yang ditumpangi Munir.

"Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai nembus gerbong," kata Munir di lokasi, Senin (27/4/2026).

Munir menjelaskan, akibat kejadian itu, gerbong perempuan Commuter Line hancur lebur.

"Banyak itu ada korban di dalam terjebak, kalau saya pas kejadian langsung ke luar gerbong," jelasnya

Diketahui, peristiwa itu terjadi sekira pukul 20.53 WIB.

Saat ini, sekira pukul 22.09 WIB, proses evakuasi terhadap para korban tengah dilakukan.

Evakuasi para penumpang nampak dilakukan di gerbong KRL.

Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan Damkar nampak berupaya melakukan evakuasi tersebut.

Penjelasan KAI

Sementara itu PT Kereta Api Indonesia (Persero) membenarkan peristiwa kecelakaan tersebut. 

KAI menyampaikan telah terjadi insiden operasional di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta, yang berdampak pada perjalanan kereta api

"Kami memahami situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pelanggan dan keluarga yang menunggu kabar," jelasnya. 

Saat ini, seluruh upaya difokuskan pada proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan prioritas utama keselamatan. 

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan.  

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” ujarnya. 

Namun pihak KAI belum menjelaskan penyebab adu banteng kedua rangkaian kereta tersebut. 

Pihak KAI akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan penanganan di lokasi. 

Pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan resmi KAI melalui WhatsApp 0811-2223-3121 atau Call Center 121.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved