Ramadan 2026

Waktu Membaca Niat Puasa Ramadan, Cukup Sekali di Awal Bulan atau Setiap Hari?

Niat menjadi salah satu rukun yang wajib dipenuhi agar ibadah puasa sah di sisi syariat.

TribunJatim.com/Sri Wahyunik
BULAN RAMADAN - Warga Jember melaksanakan salat tarawih di Bulan Ramadan 2022. Niat menjadi salah satu rukun yang wajib dipenuhi agar ibadah puasa sah di sisi syariat, Sabtu (14/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Puasa Ramadan tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga harus diawali dengan niat. Niat menjadi salah satu rukun yang wajib dipenuhi agar ibadah puasa sah di sisi syariat.
  • Berdasarkan pendapat mazhab Maliki, niat puasa Ramadan bisa dibacakan hanya sekali untuk satu bulan penuh.
  • Sementara itu, tiga mazhab lainnya, Syafi’i, Hambali, dan Hanafi berpandangan niat puasa wajib dibacakan setiap hari atau malam. 

 

TRIBUNJATIM.COM - Puasa Ramadan tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga harus diawali dengan niat.

Niat menjadi salah satu rukun yang wajib dipenuhi agar ibadah puasa sah di sisi syariat.

Tanpa niat, puasa yang dijalankan bisa dianggap tidak sah.

Menariknya, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai waktu dan tata cara membaca niat puasa Ramadan.

Ada yang berpendapat niat cukup dibaca sekali di awal bulan untuk satu bulan penuh, sementara pendapat lain menyebutkan niat perlu diperbarui dan dibaca setiap malam sebelum menjalankan puasa keesokan harinya.

Lantas, kapan sebenarnya niat puasa Ramadan dibaca?

Apakah cukup sekali di awal Ramadan, atau harus setiap malam sebelum fajar?

Berikut penjelasan lengkapnya.

Baca juga: Hukum Belum Bayar Utang Puasa Ramadan Bertahun-tahun, ini Penjelasan MUI

Penjelasan MUI

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menyampaikan, ada perbedaan pendapat terkait kapan niat puasa Ramadan dibacakan.

Perbedaan tersebut sesuai mazhab dalam Islam yang diyakini masing-masing individu.

Berdasarkan pendapat mazhab Maliki, niat puasa Ramadan bisa dibacakan hanya sekali untuk satu bulan penuh.

"Dalam mazhab Maliki niat untuk puasa Ramadhan itu cukup dilakukan sekali saja, yaitu di awal puasa,” kata Anwar kepada Kompas.com, Jumat (13/2/2026).

Apabila mengikuti ketentuan mazhab maliki, maka seorang umat Islam tidak perlu memperbarui niat puasa Ramadan setiap harinya.

Bacaan niat untuk sebulan penuh ini juga sebagai bentuk kehati-hatian dan antisipasi apabila lupa atau ketiduran.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved