Ramadan 2026

Menu yang Diperbolehkan dan Dilarang untuk MBG di Bulan Ramadan, sudah Ditetapkan BGN

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan akan tetap jalan. Ada sejumlah menu yang dianjurkan untuk disalurkan saat Ramadan.

Editor: Torik Aqua
TribunJatim.com/Hanggara Syahputra
MENU - Ilustrasi menu MBG. Simak menu yang diperbolehkan dan dilarang selama bulan Ramadan 2026. 

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

"Tetapi saya hanya ingin beritahu saya baru 1 hari yang lalu para ahli pakar dari White House sedang mempelajari MBG kita ini, sedang mempelajari MBG kita sendiri," ujar Prabowo.

Tak hanya itu, kepala negara RI juga mengungkapkan beberapa bulan lalu ia menerima kunjungan dari Rockefeller Institute.

Lembaga tersebut menilai program makan bergizi gratis merupakan investasi terbaik yang bisa dilakukan suatu negara.

"1 dolar atau 1 rupiah yang kita keluarkan untuk makan bergizi akan menimbulkan lipat ganda minimal 5 kali, dan dalam jangka panjang akan menjadi 35 kali investasinya itu," jelasnya.

Menurut Prabowo, penilaian internasional tersebut menunjukkan MBG bukan sekadar program sosial, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.

"Menteri Kesehatan you boleh cek kan ini direkam Secretary of Health dari Amerika Serikat, saya dapat berita ingin jumpa dengan saya ingin bertanya tentang MBG," ungkap Prabowo.

Di sisi lain, Prabowo menyampaikan hingga saat ini program MBG telah menjangkau 60 juta penerima manfaat dalam waktu sekitar satu tahun lebih. 

Angka tersebut, kata Prabowo, sebelumnya banyak diragukan.

"Tidak ada yang menduga kita mampu tidak ada yang menduga banyak bahkan orang-orang hebat meramalkan, pasti gagal," ucap dia.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga akhir Desember 2025 mencapai Rp51,5 triliun.

Angka tersebut setara dengan 72,5 persen dari alokasi anggaran dari APBN yang sebesar Rp71 triliun di tahun 2025.

Artinya masih terdapat 27,5 persen atau Rp19,5 triliun lagi anggaran yang belum diserap.

Dari total tersebut, manfaat yang diterima langsung kepada masyarakat sebesar Rp 43,3 triliun.

Ini untuk penyediaan makanan bergizi bagi siswa, balita, ibu hamil dan menyusui serta guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved