Ramadan 2026
Apa itu Hilal? ini Perannya dalam Menentukan Awal Ramadan
Penentuan awal puasa Ramadan di Indonesia kerap berbeda karena adanya perbedaan metode penentuan hilal.
Metode hisab hakiki wujudul hilal merupakan cara penentuan awal Ramadhan melalui perhitungan astronomis.
Metode ini meyakini keberadaan hilal meskipun tidak terlihat dengan mata telanjang, asalkan memenuhi tiga kriteria, yaitu:
- Telah terjadi ijtimak atau konjungsi bulan-bumi-matahari.
- Ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam.
- Saat matahari terbenam, piringan atas bulan berada di atas ufuk, menandakan bulan baru telah wujud.
Ketiga kriteria ini harus terpenuhi untuk menandai masuknya awal bulan Hijriyah.
Namun, jika menggunakan kriteria hisab hakiki dengan ijtimak sebelum gurub (al-ijtima qabla al-gurub), tidak perlu lagi mempertimbangkan posisi bulan saat matahari terbenam.
Misalnya, jika ijtimak terjadi sebelum matahari tenggelam, malam itu dan hari berikutnya sudah dapat dikatakan sebagai awal bulan baru.
Sebaliknya, jika ijtimak terjadi sesudah matahari terbenam, malam itu masih dihitung sebagai hari penggenap bulan sebelumnya.
Metode rukyatul hilal inilah yang digunakan oleh Muhammadiyah untuk menetapkan awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com
| Parade Oklik Semarakkan Malam 29 Ramadan di Bojonegoro, 1.100 Obor Dinyalakan |
|
|---|
| Gubernur Khofifah Belanja Bandeng Kawak di Pasar Bandeng Gresik: Rekomendasi Pemudik |
|
|---|
| Doa Akhir Ramadan yang Diajarkan Rasulullah SAW Lengkap dengan Terjemahannya |
|
|---|
| Ciri-ciri Orang Mendapat Lailatul Qadar Ramadan 1447 H/2026 Menurut Buya Yahya |
|
|---|
| Cara Karyawan Freeport Indonesia Meriahkan Ramadan, Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Petugas-Falakiyah-melakukan-Rukyatul-Hilal-di-Ponpes-Mambaul-Maarif-Denanyar-Jombang.jpg)