Ramadan 2026

Apa itu Hilal? ini Perannya dalam Menentukan Awal Ramadan

Penentuan awal puasa Ramadan di Indonesia kerap berbeda karena adanya perbedaan metode penentuan hilal.

Tayang:
TribunJatim.com/Mohammad Romadoni
RUKYATUL HILAL - Ilustrasi petugas Falakiyah melakukan rukyatul hilal di Mojokerto. Penentuan awal puasa Ramadan di Indonesia kerap berbeda karena adanya perbedaan metode penentuan hilal, Selasa (17/2/2026). 

Metode hisab hakiki wujudul hilal merupakan cara penentuan awal Ramadhan melalui perhitungan astronomis.

Metode ini meyakini keberadaan hilal meskipun tidak terlihat dengan mata telanjang, asalkan memenuhi tiga kriteria, yaitu:

  • Telah terjadi ijtimak atau konjungsi bulan-bumi-matahari.
  • Ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam.
  • Saat matahari terbenam, piringan atas bulan berada di atas ufuk, menandakan bulan baru telah wujud.

Ketiga kriteria ini harus terpenuhi untuk menandai masuknya awal bulan Hijriyah.

Namun, jika menggunakan kriteria hisab hakiki dengan ijtimak sebelum gurub (al-ijtima qabla al-gurub), tidak perlu lagi mempertimbangkan posisi bulan saat matahari terbenam.

Misalnya, jika ijtimak terjadi sebelum matahari tenggelam, malam itu dan hari berikutnya sudah dapat dikatakan sebagai awal bulan baru.

Sebaliknya, jika ijtimak terjadi sesudah matahari terbenam, malam itu masih dihitung sebagai hari penggenap bulan sebelumnya.

Metode rukyatul hilal inilah yang digunakan oleh Muhammadiyah untuk menetapkan awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved