Ramadan 2026
Strategi Puasa Ramadan untuk Penyintas GERD agar Asam Lambung Tak Kambuh
bagi penyintas Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), setiap hari di bulan Ramadhan adalah perjuangan
Ringkasan Berita:
TRIBUNJATIM.COM - Waktu berbuka puasa adalah waktu yang dinanti oleh umat Muslim yang sedang menjalani puasa Ramadan.
Namun bagi penyintas Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), setiap hari di bulan Ramadhan adalah perjuangan menjaga asam lambung tetap stabil agar tidak memicu nyeri dan sesak.
Menahan lapar dan haus belasan jam bukan sekadar ujian fisik, melainkan juga soal manajemen pola makan dan ketenangan mental.
Dua penyintas GERD, Rusintha Mahayusanty (31) dan Garudea Prabawati (35), membagikan pengalaman mereka menjalani puasa tanpa harus menyerah pada serangan asam lambung.
Baca juga: Awal Puasa 2026, Malaysia dan Singapura Serentak Mulai Ramadan Hari Kamis 19 Februari
Serangan GERD di Tengah Puasa
Rusintha mengaku pernah mengalami serangan GERD yang cukup berat saat berpuasa.
"Rasanya sangat sakit sampai sesak nafas," kenangnya, Selasa (17/2/2026).
Serangan biasanya muncul menjelang waktu berbuka. Meski berusaha bertahan, ia tetap realistis. Jika gejala memburuk hingga muntah hebat, membatalkan puasa menjadi pilihan medis yang harus diambil demi keselamatan.
Baca juga: Tarawih Perdana, Jemaah Muhammadiyah Ponorogo Penuhi Masjid Baitul Mukhlisin hingga Lantai Dua
Sementara itu, Garudea atau Dea merasakan fase adaptasi berat di awal Ramadhan.
"Di hari pertama sampai kedua, biasanya ada rasa pusing dan sedikit 'engap' di ulu hati," ujarnya.
Namun dengan manajemen nutrisi yang disiplin, Dea mengaku bisa menjalani puasa tanpa perlu membatalkannya karena kambuh.
Balas Dendam di Meja Makan
Kedua penderita GERD ini sepakat bahwa musuh terbesar bukanlah rasa lapar, melainkan "balas dendam" yang salah saat berbuka.
Ada beberapa kebiasaan pemicu yang mereka rangkum sebagai pantangan utama.
Rusintha menekankan bahwa mengisi perut kosong secara mendadak dengan porsi besar adalah kesalahan fatal.
Makanan pedas, berminyak, dan asam bagi Rusintha adalah pemicu utama perut terasa begah dan perih.
Di sisi lain, Dea menyoroti satu kebiasaan umum yang sering dianggap remeh, yakni meminum es teh saat berbuka.
penderita GERD
GERD
asam lambung
puasa
Ramadan 2026
Ramadan 1447 H
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
| Parade Oklik Semarakkan Malam 29 Ramadan di Bojonegoro, 1.100 Obor Dinyalakan |
|
|---|
| Gubernur Khofifah Belanja Bandeng Kawak di Pasar Bandeng Gresik: Rekomendasi Pemudik |
|
|---|
| Doa Akhir Ramadan yang Diajarkan Rasulullah SAW Lengkap dengan Terjemahannya |
|
|---|
| Ciri-ciri Orang Mendapat Lailatul Qadar Ramadan 1447 H/2026 Menurut Buya Yahya |
|
|---|
| Cara Karyawan Freeport Indonesia Meriahkan Ramadan, Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Grand-Swiss-Belhotel-Darmo-Surabaya-menghadirkan-menu-berbuka-puasa-bertemakan-India.jpg)