Ramadan 2026

Dokter Beri Tips Optimalkan Gizi Sahur dan Buka Puasa, Hindari Makan Berdekatan dengan Waktu Tidur

Menjaga pola makan saat Ramadan menjadi kunci utama agar tubuh tetap fit dan tidak mudah lemas selama menjalani puasa lebih dari 12 jam.

Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network
TIPS GIZI SAAT PUASA - dr Karlina dalam podcast Ramadan : Wanita dan Islam Tribun Jatim Network, Rabu (18/2/2026) yang membahas terkait pemenuhan gizi optimal sepanjang Ramadan. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Menjaga pola makan saat Ramadan menjadi kunci utama agar tubuh tetap fit dan tidak mudah lemas selama menjalani puasa lebih dari 12 jam.

Mengkonsumi makanan bergizi dengan sumber karbohidrat, protein, serat dari buah dan sayuran saat berbuka maupun sahur, menjadi catatan penting.

Hal tersebut disampaikan Dokter dari RSIA Kendangsari Merr Surabaya dr Karlina Amalia, yang menegaskan pentingnya pemenuhan gizi seimbang saat sahur dan berbuka puasa agar kebutuhan energi dan cairan tubuh tetap terpenuhi.

“Pemenuhan gizi saat berpuasa sangat penting karena kita menahan lapar dan haus lebih dari 12 jam. Padahal kebutuhan gizi tetap harus terpenuhi untuk energi optimal dan cairan tetap terhidrasi saat sahur dan buka puasa,” ujar dr Karlina dalam podcast Ramadan : Wanita dan Islam Tribun Jatim Network, Rabu (18/2/2026).

Baca juga: Jadwal Buka Puasa Ramadan 2026 di Surabaya, Lengkap Waktu Imsak

Dok Lin, sapaan akrabnya, menjelaskan pemilihan jenis makanan sangat berpengaruh terhadap kondisi tubuh selama berpuasa.

Menurutnya, sumber karbohidrat kompleks seperti gandum, ubi, dan kentang lebih dianjurkan dibanding nasi putih biasa.

Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat sehingga energi dilepaskan secara bertahap dan tidak cepat berubah menjadi gula dalam tubuh.

“Kalau nutrisi, serat, dan karbohidrat cukup, biasanya badan lebih fit selama berpuasa,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar menghindari makanan tinggi gula, tinggi garam, lemak berlebih, serta gorengan saat sahur.

Makanan tinggi garam dapat memicu rasa haus lebih cepat. Sementara makanan manis membuat gula darah cepat naik namun juga cepat turun, sehingga tubuh mudah lemas.

Kondisi ini berisiko terutama bagi penderita diabetes. Ketika kadar gula darah turun drastis saat jam puasa masih panjang, dapat memicu pusing, lemas bahkan pingsan.

“Sering kali orang merasa sudah sahur tapi tetap lemas dan haus. Bisa jadi karena pilihan makanannya kurang tepat,” tambahnya.

Saat berbuka puasa, dr Karlina menyarankan agar tidak langsung mengonsumsi makanan berat atau terlalu banyak makanan manis.

Langkah terbaik adalah menghidrasi tubuh terlebih dahulu dengan air putih, lalu mengonsumsi kurma atau buah yang mengandung gula alami. Setelah itu, beri jeda sebelum makan besar.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved