Ramadan 2026
Hukum Orang Dewasa Puasa Setengah Hari atau Puasa Bedug, Sah atau Tidak?
Puasa setengah hari bagi orang dewasa tidak dianggap sah apabila diniatkan sebagai puasa wajib.
Ringkasan Berita:
- Puasa yang sah harus memenuhi rukun dan syarat yang telah ditetapkan, termasuk dilaksanakan secara penuh dari fajar hingga maghrib.
- Puasa setengah hari bagi orang dewasa tidak dianggap sah apabila diniatkan sebagai puasa wajib.
- Puasa yang benar harus dilakukan secara penuh sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
TRIBUNJATIM.COM - Puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah baligh dan mampu menjalankannya.
Namun, bagaimana hukumnya jika seseorang hanya berpuasa setengah hari karena kondisi tertentu?
Apakah ibadah tersebut tetap sah menurut syariat Islam?
Ketentuan Puasa dalam Syariat Islam
Dilansir dar Kompas.com, puasa yang sah harus memenuhi rukun dan syarat yang telah ditetapkan, termasuk dilaksanakan secara penuh dari fajar hingga maghrib.
Seorang Muslim dewasa yang mampu diwajibkan menyempurnakan puasanya tanpa jeda di tengah hari, kecuali terdapat uzur syar’i yang dibenarkan.
Dalam Al Quran surat Al-Baqarah ayat 187 disebutkan:
وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ
"Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam (waktu fajar), kemudian sempurnakanlah puasa sampai datang waktu malam."
Ayat tersebut menegaskan puasa harus disempurnakan hingga malam atau waktu maghrib, tanpa terputus di tengah hari kecuali karena alasan yang dibenarkan syariat.
Baca juga: Apa Hukumnya Bangun Kesiangan Tapi Belum Mandi Wajib, Bolehkah Lanjut Puasa Ramadan?
Baca juga: Hukum Tidur Saat Puasa Ramadan, Sah atau Batal? Ini Penjelasan Ulama dan Kemenag
Hukum Puasa Setengah Hari Bagi Orang Dewasa
Menurut ulama Syafi’i, Imam As-Syairazi dalam kitab Al-Muhadzzab, puasa setengah hari bagi orang dewasa tidak dianggap sah apabila diniatkan sebagai puasa wajib.
Puasa yang benar harus dilakukan secara penuh sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Jika seseorang dengan sengaja membatalkan puasanya di siang hari tanpa alasan syar’i, maka puasanya dinilai tidak sah dan tidak diterima.
Karena itu, bagi Muslim dewasa yang tidak memiliki uzur seperti sakit parah, hamil, menyusui, atau sedang bepergian jauh, puasa setengah hari tidak diperbolehkan.
Tindakan menghentikan puasa sebelum waktunya tanpa alasan yang dibenarkan bertentangan dengan ketentuan syariat Islam.
Konsekuensinya, puasa tersebut tidak sah dan wajib diganti sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca juga: Hukum Muntah saat Ramadan, Apakah Membatalkan Puasa atau Tidak?
Perbedaan Hukum Puasa bagi Orang Dewasa dan Anak-Anak
Berbeda dengan orang dewasa, anak-anak yang belum baligh tidak memiliki kewajiban puasa.
Dalam praktiknya, puasa setengah hari sering diperkenalkan sebagai bentuk latihan agar anak terbiasa berpuasa penuh di kemudian hari.
Meski dalam literatur fikih tidak dikenal istilah “puasa bedug” atau puasa setengah hari, praktik tersebut dipandang sebagai bagian dari pendidikan atau tarbiyah.
Tujuannya untuk membiasakan anak menjalankan ibadah secara bertahap sebelum mencapai usia wajib puasa.
Dengan demikian, hukum puasa setengah hari bagi orang dewasa tanpa alasan syar’i tidak dianggap sah menurut ketentuan ulama.
Setiap Muslim dewasa yang mampu diwajibkan menyempurnakan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari sesuai perintah syariat.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com
Ramadan
puasa
umat Muslim
puasa setengah hari
puasa bedug
hukum puasa setengah hari bagi orang dewasa
Ramadan 2026
Ramadan 1447 H
Tribun Jatim
TribunJatim.com
jatim.tribunnews.com
| Parade Oklik Semarakkan Malam 29 Ramadan di Bojonegoro, 1.100 Obor Dinyalakan |
|
|---|
| Gubernur Khofifah Belanja Bandeng Kawak di Pasar Bandeng Gresik: Rekomendasi Pemudik |
|
|---|
| Doa Akhir Ramadan yang Diajarkan Rasulullah SAW Lengkap dengan Terjemahannya |
|
|---|
| Ciri-ciri Orang Mendapat Lailatul Qadar Ramadan 1447 H/2026 Menurut Buya Yahya |
|
|---|
| Cara Karyawan Freeport Indonesia Meriahkan Ramadan, Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/takjil-berbuka-puasa-di-Pasar-Takjil-Jalan-Surabaya-Kota-Malang-Ramadan-2026.jpg)