Ramadan 2026

Akademisi Ungkap Risiko Pola Tidur Berantakan Selama Puasa Ramadan

Aktivitas berubah selama Ramadan kerap mempengaruhi istirahat. Pergeseran jam makan hingga kebiasaan begadang membuat pola tidur tidak teratur.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Torik Aqua
Tribun Jatim Network
POLA TIDUR - Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga, Lailatul Muniroh, SKM, MKes. 

“Terlalu banyak tidur menyebabkan metabolisme melambat, apalagi jika kurang aktivitas fisik, tubuh akan terasa lebih lemas,” tambahnya.

Untuk menjaga pola tidur tetap sehat selama Ramadan, Lailatul Muniroh menyarankan agar masyarakat membiasakan tidur lebih awal dan menghindari kebiasaan menggulir ponsel sebelum tidur.

Ia juga mengingatkan agar tidak begadang tanpa alasan mendesak.

Tidur siang singkat selama 20–30 menit dapat membantu memulihkan energi.

Selain itu, masyarakat dianjurkan membatasi konsumsi kafein saat berbuka, melakukan aktivitas fisik ringan di pagi hari, serta mengonsumsi sahur dengan gizi seimbang agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.

“Ramadan adalah momen belajar pengendalian diri, sekaligus melatih kedisiplinan hidup. Tidur yang teratur bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi bagian dari menjaga tubuh. Jadikan Ramadan sebagai bulan menata ritme hidup agar lebih seimbang, sehat, dan berkualitas. Karena ibadah yang optimal lahir dari tubuh yang sehat,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved