Ramadan 2026
Makna La'allakum Tattaqun: Takwa Bukan Sekadar Puasa, Tapi Juga Ibadah Sosial
Untuk menjadi orang yang bertakwa tidak hanya melalui ibadah spiritual, tetapi juga ibadah sosial.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Arie Noer Rachmawati
Ringkasan Berita:
- Perintah puasa sudah termaktub di dalam Alquran yang ditutup dengan kalimat la’allakum tattaqun, agar kalian semua bertakwa.
- Untuk menjadi orang yang bertakwa tidak hanya melalui ibadah spiritual, tetapi juga ibadah sosial.
- Ketika ibadah sosial dibentuk dan dimusyawarahkan dengan baik hingga menjadi sistem dalam kehidupan kenegaraan, maka itu menjadi tujuan yang mulia.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Pipit Maulidiya
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Perintah puasa sudah termaktub di dalam Alquran yang ditutup dengan kalimat la’allakum tattaqun, agar kalian semua bertakwa.
Tentu yang menjadi pertanyaannya, ketika menelusuri Alquran, ada beberapa ayat yang juga diakhiri dengan kata takwa.
Takwa di sini menjadi tujuan dari puasa itu sendiri.
Termasuk dalam pembahasan takwa, terdapat ayat dalam Surat Al-An’am ayat 153.
Ayat ini juga ditutup dengan kata la’allakum tattaqun.
Pengurus Lembaga Bahtsul Masail PCNU Surabaya, Ustaz Muhammad Soim menjelaskan, jika membuka tafsir, misalnya tafsir Abu Zahrah, dijelaskan ayat ini merupakan penutup dari rangkaian ayat sebelumnya, yakni Surat Al-An’am ayat 151 sampai 153.
"Ayat-ayat tersebut menjelaskan wasiat-wasiat Allah SWT. Ada sepuluh wasiat di dalamnya. Disebutkan bahwa wasiat tersebut bertujuan membangun masyarakat insani yang sempurna, yang berdiri di atas asas ta’awun insani—saling tolong-menolong dalam kemanusiaan—serta mawaddah, sikap lemah lembut, mencegah keburukan, dan menjaga masyarakat, termasuk orang-orang yang lemah," terangnya, Jumat (28/2/2026).
Allah tidak hanya menjadikan hamba itu bertakwa melalui ibadah spiritual seperti puasa saja, tetapi juga melalui ibadah sosial.
Membangun masyarakat yang manusiawi dan sempurna, serta membangun sikap saling tolong-menolong antarmanusia, termasuk dalam kategori takwa.
"Artinya, Allah tidak hanya berbicara tentang agama, tetapi juga tentang kemanusiaan, bahkan dalam konteks kenegaraan dan kebangsaan," jelas Ustaz Muhammad Soim.
Baca juga: Hukum Menunda Berbuka Puasa, Sah atau Makruh? Ini Penjelasan Ulama dan Dai
4 Pondasi Keharmonisan
Selanjutnya, ada kitab yang bernama Hifdzul Wathan yang dikarang oleh Romo Kiai Muhammad Said, salah satu dzurriyah dari Pondok Lirboyo.
Beliau mengklasifikasikan empat fondasi dalam menjaga keharmonisan umat dan bangsa agar menjadi bangsa yang lebih baik.
Pertama, menguatkan persatuan umat, saling menolong di tengah masyarakat dan bangsa.
puasa
Alquran
takwa
Lembaga Bahtsul Masail
PCNU Surabaya
Ustaz Muhammad Soim
Tribun Jatim
TribunJatim.com
jatim.tribunnews.com
Ramadan 2026
Ramadan 1447 H
| Parade Oklik Semarakkan Malam 29 Ramadan di Bojonegoro, 1.100 Obor Dinyalakan |
|
|---|
| Gubernur Khofifah Belanja Bandeng Kawak di Pasar Bandeng Gresik: Rekomendasi Pemudik |
|
|---|
| Doa Akhir Ramadan yang Diajarkan Rasulullah SAW Lengkap dengan Terjemahannya |
|
|---|
| Ciri-ciri Orang Mendapat Lailatul Qadar Ramadan 1447 H/2026 Menurut Buya Yahya |
|
|---|
| Cara Karyawan Freeport Indonesia Meriahkan Ramadan, Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Pengurus-Lembaga-Bahtsul-Masail-PCNU-Surabaya-Ustaz-Muhammad-Soim.jpg)