Ramadan 2026

Kultum Ramadan Gen Z: Stop Scrolling, Saatnya Kembali Taat dan Produktif

Ramadan bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari distraksi yang tidak bermanfaat.

Istimewa
KULTUM RAMADAN - Runner Up Duta Pelajar Putri PW IPPNU Jawa Timur, Izzatul Laila, Senin (2/3/2026). Ia berpesan jangan sampai kita patuh pada notifikasi, tetapi tidak patuh pada perintah Ilahi. 

Ringkasan Berita:
  • Ramadan bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari distraksi yang tidak bermanfaat.
  • Gen Z hidup di era notifikasi, algoritma, dan media sosial yang terus memengaruhi fokus dan pola pikir.
  • Di era personal branding dan narsisme digital, penting membedakan antara berbagi kebaikan dan mencari pengakuan.
 

 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Pipit Maulidiya

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bulan suci Ramadan merupakan bulan yang penuh keberkahan.

Ramadan mengajarkan umat Muslim untuk menahan lapar dan haus.

Namun, bukan hanya dua hal itu yang perlu dijaga. Juga harus mampu menahan diri dari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT.

Di zaman perkembangan teknologi yang begitu cepat, serta caruk-maruknya berbagai informasi, ada teknologi, media sosial, internet, bahkan algoritma yang turut memengaruhi kehidupan masyarakat saat ini.

"Kita sering disebut sebagai generasi Z atau Gen Z. Ketika bangun tidur, yang kita cek bukan hati, tetapi notifikasi. Ketika ada waktu untuk membuka Alquran, kita malah memilih scrolling tanpa arah dan tujuan yang jelas,"

"Maka dari itu, kita harus mampu mengendalikan diri dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa kita sadari, kita dipengaruhi oleh sesuatu yang tidak terlihat, yaitu algoritma," ujar Runner Up Duta Pelajar Putri PW IPPNU Jawa Timur, Izzatul Laila, Senin (2/3/2026).

Baca juga: Apakah Pacaran Sambil Ngabuburit Membatalkan Puasa? ini Penjelasannya 

3 Hal Distraksi

Izzatul menyampaikan, masyarakat saat ini sering terdistraksi oleh hal-hal yang terus-menerus memengaruhi kehidupan. 

"Pertama, media sosial. Walaupun dalam Sustainable Development Goals pada poin kesembilan disebutkan bahwa kita harus menjadi insan yang inovatif, salah satunya melalui teknologi, kita tetap harus menjadi pelajar intelektual yang mampu membedakan mana informasi yang perlu dikaji dan dikritisi, agar kita bisa memilah mana yang benar dan mana yang salah,"

"Kedua, overthinking. Jangan sampai karena caruk-maruknya informasi yang beredar, kita memiliki mindset bahwa kita harus seperti orang A, orang B, atau orang C. Jangan seperti itu. Kita harus membentuk pola pikir bahwa kita bisa menjadi orang sukses dengan versi terbaik diri kita sendiri. Itulah mindset yang harus kita tanamkan dalam kehidupan sehari-hari," bebernya.

Selanjutnya yang terakhir adalah validasi.

Yang dimaksud validasi adalah rasa haus akan pengakuan dari orang lain.

"Itu bukan hal yang baik bagi diri kita sendiri," sambungnya.

Berbicara tentang validasi, ada dua hal yang berkaitan, yaitu personal branding dan narcissism.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved