Ramadan 2026

Puasa Ramadan Tapi Lupa Niat hingga Jelang Berbuka, Sah atau Tidak?

Sah atau tidaknya puasa Ramadan sangat bergantung pada terpenuhinya dua rukun utama.

Tayang:
Tribun Jatim Network/Purwanto
PUASA RAMADAN - Warga membeli takjil berbuka puasa di Pasar Takjil Jalan Surabaya, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (19/2/2026). Dalam puasa Ramadan, terdapat dua rukun utama yang harus dipenuhi, yakni niat dan menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa. 

Ringkasan Berita:
  • Dalam puasa Ramadan, terdapat dua rukun utama yang harus dipenuhi, yakni niat dan menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa.
  • Untuk puasa Ramadan, niat wajib dilakukan sejak malam hari dan harus sudah ada sebelum fajar terbit.
  • Sah atau tidaknya puasa Ramadan sangat bergantung pada terpenuhinya dua rukun utama: adanya niat sejak malam hari dan kemampuan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa

 

TRIBUNJATIM.COM - Salah satu syarat sahnya puasa di bulan Ramadan adalah niat.

Namun meski demikian, tak sedikit orang yang menjalankan ibadah puasa lupa membaca niat hingga waktu Subuh.

Bahkan baru teringat belum niat saat menjelang berbuka.

Kondisi ini kerap menjadi pertanyaan, lantas apakah puasa tetap sah atau tidak jika lupa niat atau belum niat?

Hukum Puasa Tapi Lupa Membaca Niat

Menurut penjelasan Ustaz Rikza Maulan dalam program Tanya Ustaz yang tayang di kanal YouTube Tribunnews, dalam ajaran Islam, niat merupakan unsur mendasar dalam setiap ibadah. 

Tempatnya niat berada di dalam hati, sebagaimana dikenal dengan istilah mahalul niat fil qalbi. 

مَحَلَّ النِّيَّةِ فِي الْقَلْبِ

"Tempat niat itu adalah di dalam hati." (HR. Bukhari & Musilm)

"Artinya, niat sejatinya bukan sekadar lafaz yang diucapkan, melainkan kesungguhan batin untuk melaksanakan ibadah karena Allah SWT," terang Ustaz Rikza Maulan dikutip Selasa (3/3/2026), dari Tribunnews.

Baca juga: Demi Dipakai Bukber Gen Z, Tren Sewa iPhone Naik 3 Kali Lipat saat Ramadan

Rukun Uama Puasa

Dalam puasa Ramadan, terdapat dua rukun utama yang harus dipenuhi, yakni niat dan menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa.

Seperti makan, minum, muntah dengan sengaja, serta hubungan suami istri sejak terbit fajar hingga azan Maghrib.

"Para ulama sepakat bahwa niat dilakukan di dalam hati. Namun, sebagian ulama menganjurkan agar niat juga diucapkan secara lisan untuk membantu memantapkan hati," ungkapnya.

Meski demikian, perlu dibedakan antara niat dan sekadar membaca lafaz niat. 

"Seseorang yang sudah menghadirkan niat dalam hatinya, meskipun tidak melafalkannya, tetap dianggap sah niatnya. Sebaliknya, jika hanya mengucapkan lafaz tanpa ada kesadaran dan keteguhan di dalam hati, maka niat tersebut belum dianggap ada secara hakiki," sambung Rizka Maulan.

Baca juga: Puasa Bukan Hanya Menahan Lapar: Latihan Diam yang Sering Terlupakan

Waktu Membaca Niat Puasa

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved