Kota Surabaya Berbenah, DPRD Mengawal
Di tengah momentum ini, Arif Fathoni, tokoh Golkar Surabaya yang juga sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, memberikan catatan akhir tahunnya
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Samsul Arifin
Pemerintah Kota Surabaya dapat banyak penghargaan dari pemerintah pusat soal itu, mulai dari penanganan stunting hingga kebijakan yang dianggap berhasil menurunkan angka kemiskinan di Kota Surabaya. Pertumbuhan ekonomi kita juga melebihi pertumbuhan ekonomi nasional. Saya berharap apresiasi dari pemerintah pusat tersebut jadi trigger untuk terus melakukan inovasi peningkatan kualitas pelayanan terhadap warga Surabaya.
Beasiswa terhadap warga Surabaya juga cakupannya diperluas, baik yang SMA maupun yang sedang kuliah. Program dandan omah atau perbaikan rumah tidak layak huni cukup diperluas. Kebijakan perbaikan rumah tidak layak huni yang diperluas ini juga bagian dari upaya Pemkot untuk menciptakan rumah tangga yang sakinah karena agama mengajarkan baitii jannati (rumahku surgaku). Dengan demikian rumah tangga akan menciptakan generasi unggul di masa yang akan datang.
Pemerataan Kesehatan dan Harapan Sistem Layanan yang Lebih Adil
Di sektor kesehatan, pembangunan RSUD baru yang dinilai strategis untuk pemerataan layanan di tiga zona kota.
- Bagaimana dengan peningkatan layanan kesehatan?
Kualitas layanan kesehatan juga ditingkatkan dengan pembangunan RSUD Eka Candrarini di kawasan timur Surabaya. Ini bagian dari komitmen pemerataan di wilayah Surabaya. Tinggal akreditasinya disamakan dengan RSUD Soewandhie agar fasilitasnya sama. Saya berharap RS Surabaya Selatan dapat dibangun tahun 2027 dan RS Surabaya Utara 2028 sehingga warga Surabaya terlayani dengan baik di masing-masing zona.
Konsisten Mengawal Pemerintahan Kota Surabaya
Dalam dinamika politik, tampak gamblang bahwa sebagai kader Golkar, Arif Fathoni memilih jalur apresiatif sekaligus pengawal pemerintahan Eri–Armuji.
- Golkar pernah dijuluki partai apresiasi terhadap kepemimpinan Eri–Armuji. Apa tanggapan Anda?
Bagi saya sah-sah saja pendapat tersebut, karena kita hidup di era kebebasan berpendapat menjadi sebuah keharusan agar menjadi khazanah pengetahuan bagi seluruh anak bangsa.
Bagi setiap kader Partai Golkar ada doktrin yang bernama Ikrar Panca Bhakti Partai Golkar, salah satunya berbunyi kader Golkar itu berwatak setia kawan. Dalam Pemilukada tahun 2024, DPP Partai Golkar melalui surat keputusan yang ditandatangani Ketum Bahlil Lahadalia dan Sekjen Muhammad Sarmudji mengusulkan Eri Cahyadi–Armuji sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya periode 2024–2029.
Maka, menjadi kewajiban bagi Partai Golkar, tidak hanya berjuang memenangkan hati rakyat dalam Pemilukada, namun juga mendorong dan mendukung aktif pasangan yang telah diusung tersebut dalam melaksanakan visi misinya. Karakter setia kawan tersebut kita tunjukkan melalui karya nyata pengawalan kebijakan, melalui suka duka secara bersama dalam melayani Surabaya. Sebagaimana yang disampaikan Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, koalisi itu bukan sana senang sini senang, in-out, ketika pemimpin terpuruk kita menjauh, ketika senang kita mendekat, itu bukan karakter kader Golkar.
- Apakah Golkar pernah mengkritik Eri–Armuji?
Seringkali dalam pertemuan tertutup kita memberikan saran, masukan hingga kritikan, karena kita meyakini tiada pemimpin yang sempurna. Kritik dan saran tersebut semata-mata agar Mas Wali Kota menyempurnakan capaian baiknya. Sebagai seorang kawan koalisi, kita berpijak pada ajaran agama, siarkanlah kebaikan kawanmu ke khalayak ramai, simpan keburukan temanmu cukup untuk dirimu sendiri.
- Bagaimana Anda melihat relasi Wali Kota dan Wakil Wali Kota?
Sejauh ini saya melihat, Mas Eri Cahyadi dengan Cak Armuji relasinya baik, saling mengisi dan saling menyempurnakan segala capaian yang telah ditetapkan bersama. Tidak ada isu keretakan. Bahwa ada pasang surut dalam hubungan itu hal biasa. Rumah tangga saja kan kadang ada perbedaan pandangan, apalagi pasangan kepala daerah dengan wakil kepala daerah.
Regenerasi Golkar Surabaya: Stabil, Tanpa Pergeseran Arah
Pergantian kepemimpinan Golkar Surabaya ke dr Akmarawita Kadir melahirkan karakter kepemimpinan yang berbeda, dan kondisi tersebut bisa menjadi persimpangan apakah Golkar mengubah arah koalisi dengan Pemkot.
- Apakah kepemimpinan baru Golkar akan menata ulang hubungan politik dengan Wali Kota?
Secara fundamental saya pikir tidak, karena saya melihat hubungan Wali Kota dengan dr Akmarawita Kadir juga baik, komunikasinya berlangsung sangat cair tidak ada perubahan. Namun saya percaya setiap pemimpin punya ciri khas masing-masing dalam menjawab tantangan zaman yang berubah. Insya Allah Golkar tidak akan luntur komitmennya dalam mengantarkan pasangan Eri Cahyadi–Armuji dalam melayani warga Surabaya.
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni
Arif Fathoni
Kota Surabaya
berita Surabaya Hari ini
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
| Profil Timnas Paraguay di Piala Dunia 2026, Momentum La Albirroja Bangkit Setelah Absen Tiga Edisi |
|
|---|
| Profil Timnas Senegal di Piala Dunia 2026, Upaya Lions of Teranga Ukir Sejarah Bersama Sadio Mane |
|
|---|
| Sederet Manuskrip Kuno Koleksi Perpustakaan Umum Kota Malang, Digitalisasi dan Siapkan E-Katalog |
|
|---|
| Museum Surabaya Siola, Ruang Edukasi yang Menyimpan Ribuan Jejak Sejarah Kota Pahlawan |
|
|---|
| Polemik Batas RW di Gayungan, Komisi A DPRD Surabaya Ambil Langkah Mediasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Arif-Fathoni-tokoh-Golkar-Surabaya-yang-kini-juga-sebagai-Wakil-Ketua-DPRD-Kota-Surabaya.jpg)