Vibes Malioboro, Jalan Tunjungan Jadi Pusat Nongkrong Baru di Surabaya

Warga Surabaya, terutama kalangan muda, lebih memilih menghabiskan waktu nongkrong di Jalan Tunjungan ketimbang wisata Kota Tua

Tayang:
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Samsul Arifin
TribunJatim.com/Fikri Firmansyah
DIPADATI PENGUNJUNG - Di tengah guyuran hujan, suasana Jalan Tunjungan, Surabaya, tampak ramai dipadati pengunjung pada malam hari, Jumat (9/1/2026). Kawasan ini kian diminati warga, khususnya kalangan muda, untuk nongkrong, berjalan santai, hingga berfoto karena atmosfernya yang hidup dan dinilai memiliki vibes ala Malioboro.  

Ringkasan Berita:
  • Jalan Tunjungan kini jadi pusat nongkrong baru warga Surabaya, mirip vibes Malioboro.
  • Kemudahan akses parkir dan banyak pilihan coffee shop jadi daya tarik utama.
  • Kota Tua Surabaya tetap ramai, namun lebih cocok untuk wisata keluarga dan edukasi sejarah.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYAJalan Tunjungan jadi magnet baru ruang publik di Kota Surabaya.

Warga Surabaya, terutama kalangan muda, lebih memilih menghabiskan waktu nongkrong di Jalan Tunjungan ketimbang kawasan wisata Kota Tua Surabaya.

Pantauan Tribun Jatim di lapangan, pada Jumat (9/1/2026) menunjukkan, Jalan Tunjungan hampir tak pernah sepi, khususnya pada sore hingga malam hari. 

Baca juga: Malam Tahun Baru 2026 di Surabaya, Jalan Tunjungan Tetap Riuh Kembang Api Inisiatif Warga

Suasana Jalan Tunjungan

Deretan anak muda, komunitas, hingga wisatawan tampak menikmati suasana sambil berjalan kaki, duduk santai, atau berfoto di sepanjang koridor jalan bersejarah tersebut.

“Vibes-nya Malioboro banget. Enak buat foto-foto, suasananya hidup, jadi betah,” ujar Doni, warga Surabaya Timur, salah satu pengunjung yang ditemui Tribun Jatim di kawasan Tunjungan.

Selain atmosfernya yang ramai dan estetik, faktor kemudahan akses menjadi alasan utama.

Faktor Daya Tarik

Lokasi parkir yang relatif dekat dan mudah dijangkau, mulai dari Gedung Siola hingga gang-gang antar kafe, membuat pengunjung tak perlu berjalan jauh.

Baca juga: Aksi 2 Jambret Ponsel Wanita di Kota Tua Surabaya Bikin Geram Wali Kota Cak Eri, Polisi Buru Pelaku

Pilihan coffee shop dan tempat nongkrong di sekitar Tunjungan juga terbilang lengkap. Mulai dari kafe modern hingga kedai lokal, semuanya berderet dan mudah dijangkau dengan berjalan kaki. Kondisi ini membuat Jalan Tunjungan dinilai lebih cocok untuk nongkrong santai bersama teman.

“Kalau sama teman-teman, saya sendiri lebih sering milih Tunjungan ketimbang Kota Tua. Lebih fleksibel dan banyak pilihan tempat,” tambah Doni.

Kota Tua Surabaya Tetap Punya Segmen

Meski begitu, bukan berarti kawasan Kota Tua Surabaya kehilangan daya tarik. 

Pada hari yang sama, berdasarkan pengamatan Tribun Jatim, kawasan Kota Tua juga terpantau ramai pengunjung. Namun, tingkat keramaiannya masih kalah dibanding Jalan Tunjungan.

Kota Tua Surabaya dinilai tetap “worth it”, terutama untuk wisata keluarga atau kunjungan di hari libur. 

Baca juga: Mulai Rp 25 Ribu, Wisatawan Dapat Memilih Beragam Kebaya untuk Berfoto di Kota Lama Surabaya

Kawasan ini menawarkan nilai edukasi dan sejarah yang kuat, dengan sejumlah titik wisata seperti Jalan Panggung, kawasan Jembatan Merah, hingga bangunan-bangunan cagar budaya.

Namun, tantangan utama Kota Tua terletak pada akses parkir. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved