SPMB Surabaya 2026
Mulai 2 Juni 2026, SPMB SD Negeri Surabaya Gunakan Sistem Prioritas Usia
Surabaya resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Dasar (SD) Negeri tahun ajaran 2026/2027 mulai Selasa (2/6/2026)
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Samsul Arifin
Berdasarkan data kependudukan Kota Surabaya tahun 2025, jumlah anak usia sekolah dasar masih cukup besar. Penduduk usia 0-4 tahun tercatat sebanyak 178.306 jiwa, usia 5-9 tahun mencapai 225.938 jiwa, dan usia 10-14 tahun sebanyak 240.293 jiwa.
Kondisi ini menunjukkan kebutuhan layanan pendidikan dasar di Surabaya masih tinggi dalam beberapa tahun ke depan.
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji mengatakan sektor pendidikan menjadi salah satu fokus pembangunan daerah. Pemkot terus memperluas akses wajib belajar 13 tahun agar seluruh anak dapat mengakses pendidikan tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.
"Pada sektor pendidikan, Pemkot Surabaya terus memperluas akses pendidikan 13 tahun bagi seluruh anak tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga. Pemkot juga memperkuat program beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa serta pendidikan inklusif bagi anak difabel melalui empat Rumah Anak Prestasi," kata Armuji.
Selain memastikan keberlangsungan wajib belajar 13 tahun, Pemkot Surabaya telah menyalurkan Beasiswa Pemuda Tangguh kepada 16.801 siswa SMA/SMK/MA dan 5.874 mahasiswa sebagai upaya mendorong keberlanjutan pendidikan hingga perguruan tinggi.
"Ke depan kami memfokuskan pemberian akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga miskin agar pendidikan menjadi sarana meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujarnya.
Upaya tersebut sejalan dengan peningkatan sejumlah indikator pendidikan di Surabaya. Pada 2025, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) mencapai 11,15 tahun, meningkat 2,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut setara dengan pendidikan hingga awal kelas XII SMA/SMK.
Sementara itu, Harapan Lama Sekolah (HLS) mencapai 14,88 tahun atau setara jenjang Diploma III. Adapun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Surabaya pada 2025 mencapai 85,65, naik dari 82,94 pada 2021 dan tetap berada dalam kategori sangat tinggi.
Meski demikian, tantangan pendidikan masih perlu mendapat perhatian. Pemkot mencatat sebanyak 26,82 persen penduduk usia 7-23 tahun sudah tidak bersekolah, meningkat dibandingkan 24,27 persen pada 2024. Selain itu, baru 21,42 persen penduduk usia 15 tahun ke atas yang berhasil menamatkan pendidikan tinggi.
Untuk meningkatkan akses pendidikan, Pemkot Surabaya telah menyelenggarakan sekolah inklusi di 284 SD Negeri dan 63 SMP Negeri, memberikan bantuan seragam kepada 48.179 siswa dari keluarga miskin dan rentan miskin, serta menjalankan berbagai program pendukung seperti Orang Tua Asuh, Surabaya Mengajar, dan Tebus Ijazah.
Melalui pelaksanaan SPMB 2026, Pemkot berharap semakin banyak anak Surabaya memperoleh akses pendidikan yang merata dan berkualitas.
Pemkot Surabaya
berita Surabaya terbaru
berita Surabaya hari ini
berita Jatim terbaru
berita Jatim hari ini
SPMB 2026
SPMB Surabaya 2026
eksklusif
Multiangle
Dispendik Kota Surabaya
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
| KPK Terbitkan SE Pencegahan Korupsi SPMB 2026, Sekolah Surabaya Komitmen Anti Gratifikasi |
|
|---|
| Siap-Siap, SPMB Surabaya 2026 Dibuka Pekan Depan: Jalur SD Dimulai 2 Juni, Simak Jadwal Lengkapnya |
|
|---|
| Kabar Gembira, Anak di Bawah 7 Tahun Bisa Masuk SDN Lewat Skema SPMB Surabaya 2026, ini Syaratnya |
|
|---|
| SPMB Surabaya 2026 Segera Dibuka, Jalur Prestasi SMP Gunakan Nilai TKA, Simak Jadwal Uji Cobanya |
|
|---|
| Aturan Baru SPMB SMP Surabaya 2026: Jalur Prestasi Akademik Kini Pakai Nilai Rapor & Tes Kompetensi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Wali-Kota-Surabaya-Eri-Cahyadi-bersama-Bunda-PAUD-Kota-Surabaya-Rini-Indriani.jpg)