TribunJatim/

Di Baperwil V dan Unej, Bupati Banyuwangi Anas Bicara Pengembangkan Potensi di Setiap Daerah

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan pentingnya kolaborasi untuk mengembangkan potensi di setiap daerah.

Di Baperwil V dan Unej, Bupati Banyuwangi Anas Bicara Pengembangkan Potensi di Setiap Daerah
Surya/Haorrahman
Bupati Banyuwangi saat presentasi dalam acara Baperwil V Jember. 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan pentingnya kolaborasi untuk mengembangkan potensi di setiap daerah.

Antar-daerah harus bisa saling mendukung dan melengkapi sehingga bisa berkembang bersama-sama.

”Garda depan pembangunan provinsi dan nasional itu ada di daerah, di kabupaten/kota. Biar maju bareng, perlu kolaborasi. Satu kabupaten dengan kabupaten lain saling dukung,” ujar Abdullah Azwar Anas seusai menghadiri Rapat Koordinasi Badan Perwakilan Wilayah (Baperwil) Jatim V di Jember, bekerja sama dengan Universitas Negeri Jember (Unej), Jumat (3/11/2017).

Baperwil Jatim V mengoordinasi pembangunan di wilayah Jember, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Kabupaten/Kota Probolinggo. Abdullah Azwar Anas mencontohkan pemasaran wisata bersama.

"Bisa jadi wisatawan yang ingin berwisata ke Bondowoso, menginapnya di Jember. Setelah itu, beli oleh-oleh khas Banyuwangi, demikian juga sebaliknya. Kalau perlu ada event pariwisata bersama antar daerah. Jadi kita ini tidak jalan sendiri-sendiri,” papar Abdullah Azwar Anas.

Di Banyuwangi, sambung Anas, kini sedang dibangun dermaga kapal pesiar di Pantai Boom yang ditargetkan rampung tahun depan.

Di lokasi yang sama juga ada dermaga kapal katamaran yang langsung menghubungkan Banyuwangi-Benoa Bali dan sebaliknya, sehingga bisa mempersingkat waktu wisatawan.

”Nah ini perlu dimanfaatkan bersama. Wisata di Situbondo keren karena ada Taman Nasional Baluran, di Jember ada Pantai Papuma, di Bondowoso ada Kawah Wurung dan berbatasan dengan kita di Gunung Ijen, Lumajang ada Puncak B-29, dan Probolinggo ada Bromo. Satu paket pasti dahsyat, dengan gimmick tambahan seperti Museum Tembakau Jember, sentra tape Bondowoso, dan banyak lagi. Jadi dari daerah-daerah tersebut bisa lanjut ke Bali sebagai jantung utama wisata Indonesia,” papar Anas.

Baca: Asyik Bobok Siang di Hotel, Lima Pasangan Selingkuh Dirazia Satpol PP Kota Kediri

Dalam hal konektivitas juga bisa dijalin. Misalnya, rute penerbangan langsung Jakarta-Banyuwangi yang kini hadir tiga kali sehari.

”Mari jadikan itu pengungkit kawasan timur Pulau Jawa ini,” ujarnya.


Contoh lainnya, ujar Anas, bisa dilakukan di bidang kesehatan. Daerah yang berdekatan bisa berkoordinasi tentang fasilitas rumah sakit dengan teknologi terkini yang membutuhkan biaya besar.

”Misalnya Banyuwangi mau belu alat biar bisa pasang ring jantung, daerah lain yang dekat untuk sementara tidak perlu beli alat serupa. Bisa beli alat lain yang canggih di mana Banyuwangi tidak punya. Jadi saling support. Ini efektif karena kan anggaran di tiap daerah terbatas, sehingga perlu koordinasi prioritas mana yang dibutuhkan,” kata Anas. (Surya/Haorrahman)

Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help