Para PSK di Tretes Pasuran Tak Jera Meski Sudah Dirazia Satpol PP Berulang Kali

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Pasuruan Yudha mengatakan, pihaknya sudah berulang kali menertibkan prostitusi

Para PSK di Tretes Pasuran Tak Jera Meski Sudah Dirazia Satpol PP Berulang Kali
Surya/Galih Lintartika
Para PSK di wisata Tretes Pasuruan saat terjarin Razia 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Pasuruan Yudha mengatakan, pihaknya sudah berulang kali menertibkan prostitusi di kawasan wisata keluarga Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Apa yang dilakukan pihak aparat selama ini sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No 3 Tahun 2017 tentang penanggulangan pelacuran di Pasuruan.

"Sudah kami tertibkan. Tapi, tetap saja mereka tidak jera. Padahal, ancaman hukuman pelanggar perda ini tidak ringan. Bisa denda dalam bentuk uang, bisa juga denda dalam bentuk kurungan badan," kata Yudha kepada Surya, Kamis (1/2/2018) sore.

Yudha menjelaskan, selama ini , para perempuan yang diduga kuat sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) ini sudah menjalani sidang tipiring. Hasilnya, ada yang pernah didenda uang dan ada yang dipulangkan secara paksa melalui Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan.

Baca: Video Mesumnya Viral, Gadis Ini Jalani Prostitusi Online dari SMP, Simak Kodenya Untuk Pelanggan

Kendati demikian, kata dia, hukuman dari sidang tipiring ini justru tidak membuat mereka jera atau kapok.

Ada beberapa orang yang nyatanya tetap kembali lagi ke lokalisasi ini dan menjajakan diri.

"Kami sih tidak bisa melakukan apa - apa, selain melalukan fungsi kami untuk pemberantasan. Jadi, selama masih ada indikasi pelacuran, akan kami berantas dan akan kami tertib. Jadi, pola yang kami lakukan ini, kuat - kuatan antara PSK dan Satpol PP. Mereka ada, kami juga selalu ada," terangnya.

Baca: Kecintaan Guru di Jombang ini terhadap Kucing Berbuah Rupiah

Ia menjelaskan, dalam pemeriksaan selama ini, ada beberapa alasan yang membuat para perempuan ini kembali ke Tretes meski sudah pernah ditertibkan. Ia mengatakan, salah satu alasan mereka itu karena mereka sudah tidak bisa diterima di keluarganya. Jadi, mereka memilih bertahan di lingkup seperti itu.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help