Ternyata, Guru Ngaji Pelaku Sodomi di Malang Sedang Menempuh Studi S3

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri menghimbau kepada para orangtua agar menjaga anaknya baik-baik.

Ternyata, Guru Ngaji Pelaku Sodomi di Malang Sedang Menempuh Studi S3
Benni Indo/Surya
Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri menunjukkan batang bukti sarung saat merilis kasus sodomi yang dilakukan oleh guru ngaji dan petugas kebersihan di Mapolres Malang Kota, Rabu (9/5/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri menghimbau kepada para orangtua agar menjaga anaknya baik-baik.

Himbauan itu disampaikan Asfuri ketika merilis dua orang pelaku sodomi terhadap ana-anak di bawah umur, Rabu (9/5/2018).

Polisi mengamankan AAS (30) seorang petugas kebersihan dan M (34), seorang guru ngaji. Keduanya adalah pelaku sodomi terhadap tiga anak yang masih duduk di bangku kelas 2, 3, dan 4 SD di Kota Malang.

Para korban tak lain adalah murid ngajinya M. Asfuri mengatakan, M berulang kali melakukan sodomi kepada para korbannya yang masih anak-anak. Informasinya, perilaku sodomi yang dilakukan oleh M sudah dilakukan sebanyak 20 kali.

Dilanjutkan Asfuri, perilaku menyimpang yang dilakukan M kepada murid-muridnya dilakukan di sebuah ruangan di dalam masjid. Ia kerap beraksi ketika murid-muridnya selesai mengaji.

“Pelaku diamankan terkait kasus cabul. TKP di masjid sebuah pondok pesantren Jl Tanjung Perak, Sukun,” ujar Asfuri, Rabu (9/5/2018).

Polisi tengah mendalami kasus ini. Pasalnya, M, guru ngaji yang juga tengah menempuh pendidikan S3 di sebuah PTN di Kota Malang itu bersikukuh mengatakan tidak melakukan sodomi.

Baca: 23 ASN Yang Diperiksa Panwaslu Tulungagung Diputus Tidak Bersalah

Namun Polisi memiliki bukti serta keterangan saksi dari korban yang menguatkan bahwa M adalah pelaku sodomi. Beberapa barang bukti yang diamankan berupa sarung, pakaian taqwa serta tisu yang terdapat sperma.

“M sudah melakukan sejak Januari, berturut-turut hingga April. Sedangkan AAS, melakukan sejak Desember 2017,” imbuh Asfuri.

M adalah lulusan S2 yang kemudian menempuh studi S3. Namun, M yang belum menikah itu juga belum memiliki pekerjaan. Kemudian M direkrut oleh sebuah pesantren dan mengajar di pesantren itu sejak Januari 2018.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved