Kejaksaan Periksa Wakil Ketua DPRD Jember sebagai Saksi Soal Dugaan Korupsi Bansos Ternak Tahun 2015

Wakil Ketua DPRD Jember, Ayub Junaidi memenuhi panggilan penyidik Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.

Kejaksaan Periksa Wakil Ketua DPRD Jember sebagai Saksi Soal Dugaan Korupsi Bansos Ternak Tahun 2015
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Wakil Ketua DPRD Jember, Ayub Junaidi usai jalani pemeriksaan di Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim, Rabu (11/7/2018) . 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Samsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Ketua DPRD Jember, Ayub Junaidi memenuhi panggilan penyidik Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.

Kedatangannya guna diperiksa sebagai saksi dalam dugaan kasus korupsi dana hibah bantuan sosial (bansos) ternak, Pemerintah Kabupaten Jember yang menjerat Ketua DPRD Jember, Thoif Zamroni sebagai tersangka.

Pemeriksaan terhadap pria yang juga menjabat sebagai ketua Ansor Jember ini dibenarkan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jatim Richard Marpaung.

“Ya betul, penyidik hari ini memeriksa wakil ketua DPRD Jember. Dimintai keterangan sebagai saksi pada kasus dugaan korupsi dana hibah bansos 2015 di Jember. Hal ini merupakan pengembangan dari proses hukum yang sedang berjalan sebelumnya,” terang Richard saat dikonfirmasi, Rabu (11/7/2018).

Angkat Potensi Tapal Kuda, Mahasiswa PSTF Universitas Jember Bikin Film Dokumenter Tanpa Narasi )

Usai jalani pemeriksaan, Ayub mengatakan dirinya hanya dimintai keterangan sebagai saksi.

"Tadi hanya dimintai keterangan terkait dana hibah tahun 2015 saja, sejak pukul 13.00 WIB tadi," ujarnya usai keluar dari ruang Seksi Pidsus Kejati Jatim.

Selama dua jam lebih Ayub hanya menerangkan terkait proses kasus dana hibah itu.

Untuk diketahui, jaksa telah menetapkan status tersangka dan melakukan penahanan terhadap Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni beberapa waktu lalu.

Begini Kabar Kelanjutan Kasus Kekerasan Terhadap Wartawan di Jember )

Thoif sebagai kader Gerindra ini disangka terlibat dalam kasus dugaan penyelewengan dana hibah bansos ternak yang berasal dari APBD Pemkab Jember pada tahun 2015 silam.

Dana hibah kelompok ternak itu merupakan usulan anggota DPRD Jember yang kemudian dialokasikan dalam APBD 2015 sebesar Rp33 miliar.

Berdasarkan hasil Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK) RI.

Dalam pemeriksaan tersebut, ditemukan adanya 158 kelompok penerima dana hibah tersebut tidak melaporkan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) atas penggunaan dana hibah tersebut sehingga tersangka diduga terindikasi bermasalah.

Akan Jalani Sidang, Pensiunan PNS yang Hendak Nyalon Bupati Jember Alami Vertigo )

Selain Ayub, jaksa juga bakal memanggil beberapa pihak untuk dimintai keterangan terkait pengembangan kasus ini.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help