Tyrender, Alat Penurun Temperatur Gesekan Ban Karya Mahasiswa UMM, yang Lolos Ajang Inovasi Dunia

Haryo Widya Darmawan, mahasiswa Prgogram Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat inovasi Tyrender.

Tyrender, Alat Penurun Temperatur Gesekan Ban Karya Mahasiswa UMM, yang Lolos Ajang Inovasi Dunia
ISTIMEWA
Haryo Widya Darmawan, mahasiswa UMM dengan sketsa Tyrender untuk atasi ban yang cepat mengalami pengikisan karena temperatur. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Haryo Widya Darmawan, mahasiswa Prgogram Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat inovasi Tyrender.

Tyrender adalah alat penurun temperatur karena gesekan pada permukaan ban kendaraan.

"Fungsi finalnya untuk memperpanjang usia pakai ban," jelas Haryo pada suryamalang.com (grup TribunJatim.com).

Temperatur berlebih pada ban karena adanya gesekan ban dengan permukaan membuat ban cepat terkikis.

Risma Jadi Presiden Baru UCLG-ASPAC, Ajak Asia Pasifik Bangun Daerah di Tengah Dampak Global Warming

Haryo menerangkan, Tyrender dirangkai dari tangki air, controller, pompa dan nozzle (selang).

Saat temperatur ban melebihi batas, maka air akan memyemprotkan dengan sistem spray secara menyeluruh dan otomatis agar mencapai suhu semula.

Misalnya, jika suhu memanas menjadi 40 derajat, maka ban akan akan disemprot sampai suhu normal yakni 35 derajat.

Jika mencapai suhu itu, maka air akan berhenti.

“Alat ini bisa dipasang di bawah fender dan tepat di atas ban," kata Haryo.

Wanita asal Semarang Bersedia Dijual Teman Kos karena Butuh Uang, Ngaku Urus Anak Seorang Diri

Ide membuat alat ini ternyata didapat Haryo dari keluhan sopir dan pengusaha alat transportasi karena ban cepat terkikis.

Dijelaskan mahasiswa semester 7 ini, penyebab ban mengikis adalah karena permukaan jalan, kecepatan kendaraan dan beban yang diterima.

Dampaknya suhu meningkat akibat gesekan.

Parkir di dGunungan Pasuruan, Puluhan Supercar Milik Komunitas Mobil ini Jadi Objek Foto & Tontonan

Berkat inovasi ini, Haryo berhasil lolos ke Seoul International Invention Fair (SIIF) di Seoul, Korea Selatan pada 6-9 Desember 2018 mendatang.

Kegiatan ini diselenggarakan Korea Intellectual Property Organization (KIPO) dan Korea Invention Promotion Association (KIPA) bekerja sama dengan Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA).

Haryo berharap bisa tampil terbaik di sana dan membawa harum nama Indonesia. (Sylvianita Widyawati)

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help