Polres Jember Temukan Aset Hasil Percaloan di Dispendukcapil Kabupaten Jember

Penyidik Polres Jember menemukan barang bukti baru dalam perkara dugaan pungutan liar pengurusan dokumen administrasi kependudukan (Adminduk) di Kant

Polres Jember Temukan Aset Hasil Percaloan di Dispendukcapil Kabupaten Jember
sri wahyunik/surya
Polres Jember melimpahkan berkas perkara dugaan pungutan liar pengurusan dokumen kependudukan di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jember ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, Senin (3/12/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Penyidik Polres Jember menemukan barang bukti baru dalam perkara dugaan pungutan liar pengurusan dokumen administrasi kependudukan (Adminduk) di Kantor Dispendukcapil Jember. Barang bukti baru itu antara lain mobil dan uang dari rekening milik tersangka Abdul Kadar, bos calo yang juga pegiat LSM.

Barang bukti mobil itu milik Abdul Kadar yang dibeli dengan uang hasil percaloan itu. Sedangkan dari rekening Kadar, penyidik menemukan uang Rp 28 juta, dan uang Rp 50 juta di rekening anak Kadar.
Sebelumnya penyidik juga menemukan uang Rp 200 juta di rekening tersangka Sri Wahyuniati, Kepala Dispendukcapil Jember.

Menurut Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, mobil milik Kadar itu dibeli secara kredit. Uang cicilan berasal dari hasil percaloan.

Polres Jember Limpahkan Berkas Perkara Dugaan Pungutan Liar Kepala Dispendukcapil ke Kajari

"Mobil milik tersangka AK itu dibeli dengan dicicil, itu salah satu aliran dana (percaloan) yang dipakai. Sedangkan dari tersangka Y, uang percaloan katanya untuk operasional kantor dan upah lembur karyawan Dispendukcapil," kata Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo kepada TribunJatim.com, Senin (3/12/2018).

Karena mobil tersebut diduga aset yang dibeli dari aliran dana percaloan, maka penyidik menyita mobil tersebut.

Terkait informasi adanya aliran dana ke pejabat di Jember, kata Kusworo, pihaknya perlu mendengar keterangan dari saksi-saksi untuk mendukung keterangan dari tersangka Yuni tersebut.

"Kami perlu mendalaminya dan mendengar keterangan dari saksi lain," tegas kepada TribunJatim.com.

Sementara itu, polisi melimpahkan berkas pungli percaloan itu ke Kejari Jember, Senin (3/12/2018).

Seperti diberitakan, pada 31 Oktober 2018, Tim Saber Pungli Jember melakukan operasi tangkap tangan kepada Kepala Dispendukcapil Jember Sri Wahyuniati, dan pegiat LSM yang juga bos calo dalam perkara itu, Abdul Kadar. OTT dilakukan di Kantor Dispendukcapil di Jl Jawa Jember. Ketika itu polisi menemukan uang tunai sebesar Rp 10.100.000 dari tangan Yuni.

Clarissa Pernah Jadi Model Brand Ternama, Ini Penampilan Istri Crazy Rich Surabayan di Atas Catwalk

Polisi menetapkan Yuni dan Kadar sebagai tersangka. Kadar berperan sebagai bos calo, menghimpun dana dari para calo yang berhubungan langsung dengan pemohon pengurusan dokumen kependudukan. Pemohon mengurusi melalui calon jika ingin mendapatkan pelayanan ekspres dengan mengeluarkan biaya antara Rp 25.000 - Rp 200.000. Padahal pengurusan Adminduk di tempat itu dilayani secaa gratis.

Kadar yang menerima setoran uang dari para calo kemudian menyerahkan uang itu secara berkala ke Yuni selaku kepala Dispendukcapil. Kini kedua orang tersangka itu sudah ditahan. (Sri Wahyunik/TribunJatim.com)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved