Kenali Tiga Jenis Gangguan Psikologis Skizofrenia Ini, Mulai Paranoid, Hebefrenik, Hingga Simpleks
Psikiater RSUD Dr Soetomo, dr Utari Diah Kusumawardhani SpKJ, ungkap ada beberapa jenis skizofrenia.
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Melia Luthfi Husnika
Laporan wartawan TribunJatim.com, Christine Ayu Nurchayanti
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Psikiater RSUD Dr Soetomo, dr Utari Diah Kusumawardhani SpKJ, ungkap ada beberapa jenis skizofrenia.
Di antaranya ialah Skizofrenia Paranoid, Skizofrenia Hebefrenik, dan Skizofrenia Simpleks.
• Kenali Tiga Jenis Gangguan Psikologis Skizofrenia Ini, Mulai Paranoid, Hebefrenik, Hingga Simpleks
1. Skizofrenia Paranoid
Skizofrenia paranoid, tutur Utari Diah Kusumawardhani, gejalanya ialah timbul paranoid.
"Pada kondisi skizofrenia paranoid, penderita berbicara layaknya orang normal. Hanya saya yang dibicarakan ialah ide-ide paranoid," tutur Utari Diah Kusumawardhani.
Misalnya, lanjutnya, curiga kepada orang lain, merasa dikejar-kejar polisi, atau merasa orang lain sedang membicarakan dirinya.
• Faktor Genetik dan Stres Picu Gangguan Psikologis Skizofrenia, Berikut Cara Meminimalisirnya
2. Skizofrenia Hebefrenik
Skizofrenia hebefrenik mengganggu proses berfikir.
Penderita skizofrenia hebefrenik, tutur Utari Diah Kusumawardhani, dalam proses berfikir mengalami kekacauan.
"Misalnya tiba-tiba tertawa-tertawa sendiri. Atau berbicara melantur," jelasnya.
• Berbahaya! Kenali Gejala Halusinasi dan Delusi Karena Gangguan Psikologis Skizofrenia
3. Skizofrenia Simpleks
Skizofrenia simpleks ini, tutur Utari Diah Kusumawardhani, utamanya terjadi penelantaran diri.
"Misalnya orang-orang gangguan psikologis yang terlantar di jalanan," tutur Utari Diah Kusumawardhani.
"Mereka tidak mengenakan baju, rambut mereka juga gimbal, tidak mandi berbulan-bulan. Dapat dikategorikan skizofrenia simpleks," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-skizofrenia.jpg)