PLN Jember - Lumajang Sarankan Sekolah Miliki UPS untuk UNBK

Manajer PLN Area Jember - Lumajang Ardian Egusfi menegaskan, pihaknya akan menjaga pasokan listrik selama UNBK berlangsung.

PLN Jember - Lumajang Sarankan Sekolah Miliki UPS untuk UNBK
SURYA/SAMSUL HADI
Sejumlah siswa saat mengikuti UNBK pada 2018 lalu. 

 TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Pihak PLN menyarankan SMP dan MTS yang menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) menyiapkan Uninterruptible Power Supply (UPS).

Manajer PLN Area Jember - Lumajang Ardian Egusfi menegaskan, pihaknya akan menjaga pasokan listrik selama UNBK berlangsung.

"Namun alangkah lebih bagusnya sebagai bentuk antisipasi sekolah memiliki UPS. Itu seperti tahun lalu kami sarankan ke SMA yang ketika itu sudah semuanya menggelar UNBK. Tahun ini kan semua SMP dan MTS mengikuti UNBK, dan sekolanya tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Jember. Jadi sebaiknya SMP dan MTS juga menyediakan UPS, mumpung masih agak jauh dari hari pelaksanaan ujian," ujar Ardian kepada Surya, Selasa (8/1/2019).

PLN berkomitmen menjaga pasokan listrik selama pelaksanaan UNBK. Namun PLN tidak bisa mencegah terjadinya bencana alam.

"Yang kami khawatirkan hanya bencana alam yang bisa mengganggu pasokan listrik. Karenanya, bentuk antisipasi kami, kami lakukan pemotongan ranting dan pohon di sekitar jaringan," imbuh Ardian kepada Tribunjatim.com.

Saat terjadi gangguan, PLN bakal segera memperbaiki jaringan. Waktu 10 menit untuk memperbaiki jaringan yang padam bisa dibilang lama dalam sebuah proses pelaksanaan UNBK. Karena itulah, lanjut Ardian, pentingnya dibutuhkan alat untuk back-up listrik ketika kehilangan energi dari sumber utamanya (UPS).

Pengakuan Kakek Pengedar Sabu dan Ganja di Surabaya, Beraksi Sejak November 2018, Tertangkap di Waru

Curi Motor di Dua Lokasi, Residivis Curanmor dari Trenggalek Ini Ditangkap di Blitar

Vanessa Angel Ditanya Jane Shalimar Saat Digerebek Polisi Benarkah Tanpa Busana? Begini Jawabannya

"Minimal untuk server ujian. Kalau berapa idealnya UPS yang dibutuhkan untuk tergantung masing-masing sekolah. Minimal sekolah punya untuk menjaga pasokan listrik di server," tegas Ardian kepada Tribunjatim.com.

Sementara itu, untuk sekolah yang daya listriknya masih rendah, Ardian menyarankan untuk segera menambah daya listrik sebelum pelaksanaan UNBK pada April mendatang.

Pelajar Indonesia akan serentak mengikuti Ujian Nasional pada bulan April nanti, baik SMA/SMK/MAN, juga SMP/MTS. Provinsi Jawa Timur menargetkan semua peserta UN SMP dan MTS di Jatim mengikuti UN secara berbasis komputer atau UNBK. Karena itu pula lebih dari 35 ribu calon peserta UBNK SMP dan MTS se-Kabupaten Jember bersiap mengikuti UNBK tersebut. (Sri Wahyunik/TribunJatim.com).

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved