Banyuwangi Siapkan Program Clean and Gold, Konversi Sampah Jadi Emas Pegadaian

Pemkab Banyuwangi menyiapkan program Clean and Gold, hasil kerja sama dengan PT Pegadaian Banyuwangi.

Banyuwangi Siapkan Program Clean and Gold, Konversi Sampah Jadi Emas Pegadaian
SURYA/HAORRAHMAN
Pertemuan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, dengan jajaran PT Pegadaian Banyuwangi, Jumat (17/1/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi menyiapkan program Clean and Gold, hasil kerja sama dengan PT Pegadaian Banyuwangi, yang rencananya akan diluncurkan pada 24 Januari 2019 mendatang.

Program ini memberikan perhatian pada pengelolaan sampah di sejumlah destinasi wisata. 

Dalam program ini, warga di sekitar destinasi wisata Banyuwangi, diedukasi bagaimana mengelola sampah menjadi emas.

Daftarkan Tenaga Non-ASN, Pemkab Banyuwangi Dapat Penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan

Pegadaian bersama Pemkab Banyuwangi akan memberikan pembinaan berupa edukasi dan pelatihan kepada warga dalam mengelola sampah, melalui konversi sampah yang telah diolah warga menjadi tabungan emas.

“Ini merupakan terobosan. Sesuatu yang tidak bernilai seperti sampah bisa diubah menjadi emas. Di program ini, warga akan diajari memilih dan memilah sampah, lalu sampah yang sudah diolah itu bisa ditukarkan dengan emas dalam bentuk tabungan. Mereka akan mendapatkan buku tabungan dan nomor rekening,” ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, usai bertemu jajaran Pegadaian, Jumat (17/1/2019).

Abdullah Azwar Anas mengatakan, dengan pengelolaan sampah yang baik, destinasi wisata bakal semakin nyaman dikunjungi.

Ikuti Keputusan INACA, Harga Tiket Penerbangan Jakarta-Banyuwangi Turun

Untuk tahap awal, sinergi dengan BUMN ini akan dilakukan di kawasan Pantai Pulau Merah, yang merupakan destinasi favorit di Banyuwangi.

Menurut Abdullah Azwar Anas, program ini sekaligus menjadi pendidikan literasi keuangan bagi warga, karena biasanya warga yang menjual sampah yang telah dipilah mendapatkan uang tunai, namun di program ini berupa penambahan saldo emas di dalam buku rekening.

Kepala Cabang Pegadaian Banyuwangi, Karyadi menjelaskan, setiap sampah yang disetorkan warga di program Clean and Gold akan dikonversi dengan emas.

Empat Orang Pendonor Darah di Jember Dapatkan Penghargaan dari Presiden Jokowi

Diduga Dibuang, Bayi Laki-laki yang Baru Dilahirkan Ditemukan di Semak-semak Desa Durenan Trenggalek

Jumlah saldo yang tertera di dalam buku tabungan pun akan tertulis dalam jumlah gram emas.

“Misalnya seorang ibu menyetor sampah yang sudah dipilah dengan nilai Rp 6.500, berarti di saldo akan tertulis 0,01 gram dengan asumsi harga emas per gramnya Rp 650.000. Demikian seterusnya setiap sang ibu menyetor sampah lagi, jumlah saldo emas bertambah sesuai nilai sampahnya,” kata Karyadi.

Nantinya pemilik tabungan bisa menjual emas yang ada di tabungannya apabila sudah mencapai satu gram. Atau bisa dicetak dalam bentuk emas batangan apabila sudah mencapai lima gram.

Awali Tahun 2019, ASN Banyuwangi Dapat Pelatihan ESQ untuk Bangkitkan semangat Jalankan Tugas

Diprotes Pemerhati Cagar Budaya Soal Pengecatan di Jalan Panggung, Pemkot Surabaya Ogah Disalahkan

“Kalau sudah mencapai satu gram bisa dijual atau digadaikan pada kami, tapi harus disisakan di saldo sebesar 0,1 gram. Untuk bisa dirupakan dalam bentuk emas, apabila telah mencapai lima gram,” terangnya.

Program rencananya akan diluncurkan secara langsung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, pada 24 Januari 2019 mendatang. (Surya/Haorrahman)

Penulis: Haorrahman
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved