Kasus Siswa Aniaya Guru di Gresik, Psikolog: Semua Teman Pelaku di Kelas Butuh Pembinaan yang Sama

Dewi Mustami'ah, Psikolog Universitas Hang Tuah angkat bicara atas kasus persekusi siswa terhadap guru di Wringinanom Gresik.

Kasus Siswa Aniaya Guru di Gresik, Psikolog: Semua Teman Pelaku di Kelas Butuh Pembinaan yang Sama
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Psikolog Universitas Hang Tuah Surabaya, Dewi Mustami'ah. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dewi Mustami'ah, Psikolog Universitas Hang Tuah angkat bicara atas kasus persekusi siswa terhadap guru di Wringinanom Gresik.

Menurut Dwi, penanganan siswa agresif semacam ini harus dilakukan bersama antara guru, BK maupun orang tua.

Kasus ini memang sudah diselesaikan secara damai di bawah pantauan kepolisian, nambun bukan berarti pendampingan dan pembinaan berhenti dilakukan.

"Di pihak sekolah mengatasinya tidak hanya AA, tapi di seluruh siswa di kelas itu untuk memperbaiki perilaku dan mengatasi masalah," Psikolog Universitas Hang Tuah, Dewi Mustami'ah di Universitas Hang Tuah, Senin (11/2/2019).

(Siapkan 40 Ribu Tiket Pada Laga Arema FC VS Persib Bandung, Tiket Berbentuk Gelang, Ini Harganya)

(Dinas Pendidikan Kota Malang Sudah Nonaktifkan Guru SDN Kauman 3 yang Diduga Lecehkan Muridnya)

Menurut Dewi, penanganan harus dilakukan untuk memperbaiki perilaku siswa dan mengendalikan situasi lingkungan pendidikan.

Sikap agresif siswa bisa saja terjadi karena lingkungan sekolah yang juga menyalahi aturan, seperti kebiasaan merokok dan aturan menggunakan handphone.

Pembinaan kepada anak-anak yang masih ramai dibicarakan media, menurut Dewi butuh waktu sekitar satu bulan.

"Biasanya satu bulan, karena ini masih down dan ramai dibicarakan. Butuh waktu untuk menunjukan dirinya baik, bukan karena disuruh orang, tapi baik karena dirinya sendiri," ujar Dewi.

Dewi pun meminta guru tidak takut kepada murid yang berperilaku agresif, agar tidak menjadi korban persekusi maupun bullying dari siswa-siswanya.

(Sosok Guru Viral di Gresik Menginspirasi Hotman Paris, 3 Anaknya Diperintah Patungan Belikan Hadiah)

(Fakta Baru Murid Aniaya Guru, Ucapan Nur Khalim Saat Dianiaya hingga AA yang Tak Masuk Sekolah)

"Sebagai pendidik, guru harus punya kewibawaan dan ketegasan bersikap itu penting dan kita (pendidik) harus tegas, yakin bahwa yang kita lakukan itu benar. Jangan takut pada murid," tambah dia.

Dari kasus tersebut, pihaknya berharap fungsi pendidikan harus bertanggung jawab menyampaikan materi belajar, mendidik perilaku dan sikap yang baik di lingkungan sekolah.

Kemudian, keluarga turut bertanggung jawab mengawasi pergaulan anak dan juga perilaku di rumah maupun dengan orang lain juga masih tanggung jawab orang tua.

"Tindak lanjut kepolisian meninjau fungsi pihak profesional yang menangani seperti BK ataupun psikolog yang turut membantu menyelesaikan masalah tersebut," pungkasnya.

(Kabar Baru Mantan Istri Farhat Abbas Setelah Perceraian, Intip Liburan Mewah Nia Daniaty di Amerika!)

(Kasus Siswa Aniaya Guru di Gresik, Psikolog: Bila Menemui Siswa Agresif, Guru Diimbau Jangan Diam)

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved