BPCB Jatim Ekskavasi Situs Purbakala di Malang Besok, Akan Ganti Rugi Warga Yang Temukan Koin & Emas

BPCB Jatim Ekskavasi Situs Purbakala di Malang Besok, Akan Ganti Rugi Warga Yang Temukan Koin & Emas.

BPCB Jatim Ekskavasi Situs Purbakala di Malang Besok, Akan Ganti Rugi Warga Yang Temukan Koin & Emas
SURYA/RIFKY EDGAR
Emas yang ditemukan salah satu warga didekat penemuan situs purbakala Sekarpuro Malang. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur akan melakukan ekskavasi di lokasi penemuan situs purbakala di kawasan pembangunan Tol Pandaan-Malang di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

"Besok kami akan melakukan ekskavasi di sana," kata Kepala BPCB Jawa Timur, Andi Muhammad Said, Senin (11/3/2019).

Ada Temuan Struktur Bangunan Kuno di Malang, Warga Desa Sekarpuro Ini Tiap Hari Cari Koin & Emas

Berkunjung ke Malang, Ahmad Basarah Ingin Kades Jadi Garda Terdepan Kawal Pelaksanaan Pemilu 2019

Ia menambahkan rencana ekskavasi di lokasi penemuan situs purbakala akan dilakukan dalam waktu lima hari.

Sebelumnya, BPCB Jawa Timur telah melakukan riset langsung ke lokasi penemuan sebelum akhirnya tindakan ekskavasi dipilih.

Berbagai Persiapan Tim Pansel Jelang Uji Kompetensi dan Kelayakan Calon Direksi PDAM Kota Malang

"Kita akan koordinasi dengan pihak-pihak terkait baru setelah itu ekskavasi," katanya.

Andi mengimbau kepada masyarakat yang menemukan kepingan koin, emas dan benda kuno lain agar melaporkannya ke BPCB Jawa Timur.

Nantinya, masyarakat akan diberi ganti rugi melalui beberapa mekanisme.

"Tapi harus melalui penilaian dan penemu harus bisa menunjukkan lokasi penemuannya secara pasti," ucapnya.

Sementara itu, Dirut Jasa Marga Tol Pandaan-Malang, Agus Purnomo, mengatakan belum mengetahui rencana ekskavasi di lokasi penemuan situs purbakala.

"Masih menunggu kabar dari BPCB Jawa Timur," katanya.

Sejak Kamis (7/3/2019) lalu, pengerjaan tol di lokasi penemuan dihentikan sementara.

Namun kata Agus, sejauh ini tidak ada kerugian yang ditimbulkan karena sumber daya manusia (SDM) dialihkan untuk mengerjakan di tempat lain.

"Saya kira belum ada kerugian karena kegiatan di situ bisa digeser ke tempat lain," ucap Agus.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved