Polres Batu Selidiki Penyebar Isu Kiamat, Imbau Masyarakat Tak Telan Mentah Informasi yang Beredar

Polres Batu menyelidiki kasus terkait fatwa hari kiamat yang menyebar luas di masyarakat.

Polres Batu Selidiki Penyebar Isu Kiamat, Imbau Masyarakat Tak Telan Mentah Informasi yang Beredar
SURYA/SANY EKA PUTRI
Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto menyatakan pihak polisi akan segera percepat penyelidikan penyebar isu kiamat, Rabu (13/3/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Polres Batu menyelidiki kasus terkait fatwa hari kiamat yang menyebar luas di masyarakat.

Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto mengatakan, penyelidikan ini dipercepat agar tidak terus menerus menyebar.

Ia juga sudah berkoordinasi dengan Polres Ponorogo terkait kasus ini.

"Biarlah ini menjadi ranah kami untuk penyelidikan. Bukan ranah Ponpes ataupun masyarakat. Kami percepatan, agar tidak terlalu melebar berita hoax ini," kata Budi saat rilis di Polres Batu, Rabu (13/3/2019).

Adapun informasi yang menyebar di masyarakat dan dinyatakan tidak benar.

Terungkap Sosok Penyebar Isu Kiamat yang Bikin 52 Warga Jual Tanah dan Rumah Murah, Cuma Rp 20 Juta

Ini Penjelasan Bupati Ipong Terkait Pindahnya 52 Warga Ponorogo ke Malang yang Terhasut Isu Kiamat

Yaitu isu kiamat sudah dekat, soal perang hingga kemarau panjang, sehingga jemaah diminta menjual semua aset dan menyetor ke pondok.

Selain itu juga ada jamaah membeli senjata tajam untuk berperang, sampai anak - anak yang diharuskan memotong tangan adiknya untuk menjadi santapan makanan.

"Sudah dengar sendiri dari pihak ponpes ini dan dari Anshor serta MUI bahwa pihak ponpes ini tidak menyuruh melakukan hal itu. Dan kami juga sudah melakukan mediasi beberapa pihak," imbuhnya.

Terkait kejadian ini, ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak menelan mentah-mentah informasi yang beredar.

Termakan Ajakan Hindari Kiamat, 53 Warga Jual Tanah-Rumah Cuma Rp 20 Juta, Lalu Berlindung di Malang

Bupati Ponorogo Prihatin Ada Puluhan Warganya Pindah ke Malang karena Termakan Isu Kiamat

Pihaknya mempercepat proses penyelidikan ini agar tidak merugikan pihak-pihak yang lain.

Karena ditakutkan menimbulkan keresahan dan amarah dari ponpes yang lain.

"Tingkat keamanan ini pasti kami lakukan, tetapi kami tidak melakukan sendiri. Kami dibantu pihak lainnya untuk mengamankan. Kami sangat terbuka, jika ada aduan terkait hal ini," tuturnya. (Surya/Sany Eka Putri)

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved