Gegara Termakan Omongan Orang, Mertua dari Probolinggo Laporkan Alat Kelamin Menantu Terlalu Besar

Gegara Termakan Omongan Orang, Mertua dari Probolinggo Laporkan Alat Kelamin Menantu Terlalu Besar.

Gegara Termakan Omongan Orang, Mertua dari Probolinggo Laporkan Alat Kelamin Menantu Terlalu Besar
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Mertua dan menantu sepakat damai karena salah informasi, terkait kematian anaknya sehingga lapor alat kelamin besar. 

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Sito merupakan seorang orang tua yang tak tega melihat anaknya, Jumatri meninggal dunia.

Hal itu wajar dan naluri orang tua.

Tapi, saking kecewanya, Sito tak bisa berpikir jernih. Ia terbawa isu yang tak benar.

Sosialisasikan Ketentuan di Bidang Cukai, Pemkab Probolinggo Sebut dapat DBHCHT Rp 54 M Lebih

Kisah Pemuda Asal Probolinggo yang Mempertahankan Lukisan di Kelapa Gading untuk Ritual Mitoni

Disaat keluarganya berduka, ia mendapatkan banyak bisikan dari orang di sekitarnya.

"Sito mendapatkan kabar kalau anaknya meninggal gara - gara alat kelamin menantunya, Basar. Nah itu omongan dari beberapa orang. Tanpa pikir panjang, Sito geram dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Maron," kata Kapolsek Maron AKP Sugeng Supriantoro, Rabu (27/3/2019).

Buat Main Game PlayStation, Remaja 15 Tahun dari Malang Ini Tega Gasak 2 Ponsel di Rumah Tetangganya

Saat laporan itu, kata Kapolsek, anak Sito baru saja meninggal, dan itu belum 100 hari.

Sito melaporkan dugaan pembunuhan oleh Basar terhadap jumatri, akibat alat kelaminnya terlalu besar.

Laporan mereka tertuang dalam surat laporan LP / 07 / III / 2019 / JTM / RES PROB / SEK MRN, Tgl 11 Maret 2019. Setelah itu, pihaknya sempat melakukan penyelidikan awal.

"Jadi, Sito ini belum tahu kebenarannya. Dia juga tidak tahu seberapa besar dan berapa ukuran alat kelamin menantunya. Ia gegabah dan ingin segera Basar mempertanggung jawabkan perbuatannya," tambah Kapolsek.

Menurut Kapolsek, alasan Sito hanya satu, ingin ada keadilan. Ia merasa anaknya tak kuat selama ini mencukupi kebutuhan lahir batin suaminya, Basar. Jadi, ada keterpaksaan.

"Nah Sito ingin Basar bertanggung jawab, makanya dilaporkan. Padahal dasar laporan itu hanya bersumber dari omongan orang lain yang belum tentu benar," ungkap Kapolsek.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat atau siapapun untuk tidak mudah percaya dengan berita yang belum tentu kebenarannya.

Jangan termakan isu hoaks atau bohong. Perlu ada klarifikasi, jadi tidak akan ada kejadian seperti ini yang terulang kembali.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved