Update Korban Dukun Cabul di Jember Bertambah Menjadi 4 Orang, Ada yang Sampai Hamil dan Masih Anak

Korban dukun cabul di Kabupaten Jember bertambah mnejadi 4 orang. Satu korban hamil dan masih anak-anak.

Update Korban Dukun Cabul di Jember Bertambah Menjadi 4 Orang, Ada yang Sampai Hamil dan Masih Anak
Tribun Jogja/Suluh Pamungkas
Ilustrasi 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Polisi memastikan G (60) dukun cabul asal Desa Curahnongko Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember mencabuli tiga orang anak. Sebelumnya polisi masih mendalami informasi pencabulan anak itu.

G sudah ditangkap Senin (1/4/2019) lalu karena memerkosa seorang anak remaja yang tinggal tak jauh dari rumahnya. Akibat pencabulan anak itu, anak yang duduk di bangku kelas 3 SMP itu hamil.

Saat menangani perkara perkosaan itu, polisi mendapatkan informasi tentang pencabulan terhadap tiga anak lain.

Berdalih Lancarkan Rizki dan Jodoh, Dukun Cabul di Jember ini Perkosa Anak Gadis Hingga hamil

UPDATE Kasus Mayat Tanpa Kepala dalam Koper, Indikasi Pembunuh Berkelompok, hingga Isu Motif LGBT

Terungkap, Mayat Laki-Laki yang Ditemukan Membusuk di Kamar Kos Tulungagung Gunakan Identitas Palsu

"Setelah kami dalami ternyata benar ada korban pencabulan. Ada tiga orang. Semuanya juga masih anak-anak," kata Kapolsek Tempurejo AKP Suhartanto, Kamis (4/4/2019).

Ketiga anak itu juga masih duduk di bangku SMP. Modus yang dilakukan G sama seperti saat memerdayai satu anak yang diperkosa tersebut.

"Modusnya sama, diiming-imingi supaya bisa enteng jodoh, lulus dapat kerjaan dan mudah rezeki. Jadi cara memerdayai korbannya dengan iming-iming begitu. Dia mengaku dukun dan bisa melancarkan itu semua," imbuh Tanto.

Ketiga anak itu tidak sampai diperkosa namun sudah dicabuli. Ketiga anak itu datang berbarengan ke rumah dukun G. Di rumah itulah, G mencabuli ketiganya sebagai kedok melakukan ritual perdukunan.

"Karena datang barengan jadi tidak sampai diperkosa. Kalau yang satu anak diperkosa sampai hamil," imbuh Tanto.

Melihat banyaknya korban, Tanto menambahkan, pihaknya akan memeriksa kondisi kejiwaan G ke psikiater.

Sementara itu, kata Tanto, para korban G sudah mendapatkan pendampingan instansi terkait.

Seperti diberitakan Surya, polisi menangkap G, seorang penyadap karet asal Desa Curahnongko Kecamatan Tempurejo. Lelaki berusia 60 tahun itu juga mengaku sebagai dukun.

Namun dalam aksinya, dia memerkosa seorang anak remaja sampai hamil enam bulan. Tidak hanya begitu, G juga mencabuli tiga anak lain.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved