Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Internasional

Inilah 10 Perang Terlama di Dunia, Nomor 5 Ternyata Perang Aceh

Sepanjang usianya, sejarah dunia diwarnai banyak peperangan yang disebabkan berbagai alasan. Nah, salah satu perang terlama terjadi di bumi Aceh.

Editor: Mujib Anwar
Pertunjukan kolosal perang Aceh 

Pernikahan ini kemudian menciptakan keluarga baru yaitu keluarga Tudor yang memerintah Inggris selama satu abad berikutnya.

Jumlah korban: sekitar 100.000 orang tewas.

5. Perang Aceh

Durasi: 31 tahun (1873-1904)

Perang ini merupakan hasil dari upaya Belanda menguasi seluruh Hindia Belanda atau kini dikenal dengan nama Indonesia.

Pada 1873, militer Belanda menyerang Kesultanan Aceh, sebuah negeri merdeka di ujung utara Pulau Sumatera.

Pada 1874, Belanda berhasil menguasai ibu kota Aceh, Kutaraja dan mendeklarasikan kemenangan dalam perang itu.

Namun, Belanda meremehkan tekad bangsa Aceh yang terus berjuang menggunakan taktik perang gerilya yang menyeret Belanda dalam perang panjang selama 31 tahun.

Pada akhir 1890-an, Belanda yang frustrasi menggelar kampanye bumi hangus yang berujung pada kehancuran ratusan desa dan kematian ribuan warga Aceh.

Pada 1903, Belanda sudah di ambang kemenangan tetapi pertempuran-pertempuran masih terus berlangsung secara sporadis hingga 1914.

Jumlah korban: sekitar 90.000 orang.

4. Perang 30 Tahun

Pada 23 Mei 1618, sekelompok orang Protestasn yang marah menyerbu istana kerajaan Bohemia di kota Praha.

Di sana mereka melemparkan tiga orang Katolik yang dipilih menjadi pemimpin keluar dari jendela setinggi 25 meter. Ajaibnya, ketiga orang itu lolos dari maut.

Insiden yang dikenal sebagai Pelemparan di Praha, memicu pemberontakan umat Protestan di seluruh negeri.

Perang ini kemudian memicu konflik besar-besaran dan brutal antara negara-negara utama di Eropa.

Para pemain utama dalam perang ini adalah Kekaisaran Suci Roma, persatuan negara-negara Jerman, dan beberapa negara tetangganya yang bersekutu dengan Spanyol melawan Perancis, Swedia, dan Denmark.

Perang ini diakhiri dengan kekalahan koalisia Kekaisaran Roma Suci dan Spanyol yang kehilangan banyak wilayah dan pengaruh.

Pemenang perang ini Perancis dan Swedia menjadi negara kuat Eropa, meski Swedia tak bisa mempertahankan posisinya itu karena kalah dari Rusia dalam perang berikutnya.

3. Perang saudara Guatemala

Durasi: 36 tahun (1960-1996)

Pada 1954 kolonel angkatan darat berhaluan kanan Carlos Castillo Armas sukses menggulingkan pemerintahan kiri Guatemala yang terpilih secara demokratis.

Kudeta Kolonel Armas itu sebenarnya dirancang dan didanai pemeringtah AS lewat kemenlu dan dinas rahasia CIA.

Pada 1960, sekelompok perwira militer berhaluan kiri memimpin sebuah kudeta tetapi gagal menggulingkan pemerintah.

Hasil dari pemberontakan gagal itu adalah perang saudara 36 tahun antara tentara Guatemala dengan berbagai faksi pemberontak kiri.

Perang saudara baru berakhir setelah kesepakatan damai diteken kedua pihak pada 1996, tetapi banyak dilihat sebagai kemenangan para gerilyawan.

Dalam konflik inilah untuk pertama kali istilah penghilangan paksa digunakan.

Diperkirakan tentara dan kepolisian Guatemala menculik dan menghilangkan 40.000-50.000 orang, terutama para aktivis sipil.

Sebagian besar dari mereka yang dihilangkan itu adalah suku Maya dan jenazah mereka dibuang di kuburan massal atau dilemparkan ke laut dari helikopter.

Jumlah korban: sekitar 200.000 orang.

2. Perang Yunani-Persia

Durasi: 50 tahun (499-449 SM)

Perang ini sebenarnya terbagi atas tiga konflik selama periode 50 tahun, yang kemudian oleh para sejarawan digabung menjadi satu perang besar.

Perang ini terjadi antara koalisi negara-negara kota Yunani yang dipimpin Athena dan Sparta melawan kekaisaran Persia yang saat itu adalah negara terbesar  dan terkuat di dunia.

Di masa jayanya, Kekaisaran Persia memiliki penduduk 50 juta orang atau sekitar 44 persen jumlah penduduk dunia saat itu.

Perang dimulai dengan serangkaian revolusi Yunani di beberapa wilayah yang ditaklukkan Persia beberapa dekade sebelumnya.

Revolusi ini disusul serbuan dalam skala besar oleh Persia yang kemudian dibalas oleh pasukan Yunani.

Setelah berbagai pertempuran selama 50 tahun, Yunani menjadi pemenang dengan keberhasilan menangkal serangan Persia dan merebut sejumlah wilayahnya yang diduduki Persia.

Jumlah korban: tidak diketahui.

1. Perang 100 tahun

Durasi: 116 tahun (1337-1453)

"Peserta" utama perang ini adalah Inggris dan Perancis dan perang panjang ini dibagi ke dalam tiga komponen utama.

Salah satu bagian berlangsung selama 38 tahun yaitu Perang Lancastrian (1415-1453). Perang ini memperebutkan wilayah Inggris di Perancis dan kendali atas tahta Perancis.

Penguasa Inggris dan Perancis selama berabad-abad memiliki keterkaitan keluarga, sehigga klaim Inggris terhadap tahta Perancis tak jarang memiliki dasar yang kuat.

Perang panjang ini berakhir dengan menyerahnya Inggris. Perancis, sang pemenang, merebut hampir semua wilayah Inggris di negeri itu.

Akhir perang ini juga memulai masa isolasi Inggris dari politik Eropa daratan. Dan hanya dua tahun setelah perang ini, Inggris kembali terjerumus dalam perang panjang.

Jumlah korban: diperkirakan mencapai 3,5 juta orang.  

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved