Isyaratkan Maju Independen, Wali Kota Malang Anton Bakal Gandeng Rektor UB
- Wali Kota Malang M Anton secara tersirat mengungkapkan kemungkinan maju kembali dalam Pilwali 2018 dari jalur independen.
Penulis: Benni Indo | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Wali Kota Malang M Anton secara tersirat mengungkapkan kemungkinan maju kembali dalam Pilwali 2018 dari jalur independen.
Langkah itu ia ambil karena partai pengusungnya, PKB belum memenuhi persyaratan 9 kursi. Saat ini PKB hanya mendapatkan jatah 6 kursi saja.
Sejauh ini, penjajakan dengan partai lain tampaknya belum menemui kesepakatan. Padahal, PKB sudah memastikan diri bakal mengusung Anton yang berstatus sebagai petahana itu untuk kembali bertarung mempertahankan kursi N1.
Di sisi lain, PKB tidak bisa mengusung calon tanpa menjalin koalisi dengan partai lain, sebab perolehan kursi PKB di legislatif belum mencukupi. Hal ini membuat Anton mengungkapkan maju lewat jalur independen.
Saat ditemui di Balikota Malang, Anton juga menyinggung nama Muhammadi Bisri yang saat ini menjabat sebagai Rektor Universitas Brawijaya.
Menurut Anton, Kota Malang membutuhkan unsur pemimpin yang berasal dari akademisi. Merunut pada pendapat itu, Anton menyebut kalau Bisri merupakan sosok yang tepat.
Namun Anton juga memahami kalau saat ini Bisri masih fokus untuk menjalankan amanah sebagai rektor UB. Di sisi lain, Anton mengatakan kalau politik polanya selalu bisa saja berubah sewaktu-waktu, bahkan sampai menjelang penetapan calon.
“Istilahnya injury time. Kemungkinan bisa saja menggandeng (Bisri),” kata Anton, Jumat (7/7/2017).
Anton mengatakan kalau PKB kan tidak bisa maju sendiri, sehingga butuh koalisi. Sejauh ini belum ada kejelasan koalisi PKB dengan partai lainnya. Kalaupun nanti menggandeng Bisri, Anton menegaskan kalau dirinya legowo jika harus menjadi pendamping Bisri.
“Dengan hati yang ikhlas, saya tawarkan N1 untuk pak Bisri,” ungkapnya.
Selain itu, pertimbangan lain juga melatarbelakangi pilihan Anton maju independen adalah soal biaya. Praktis, jika serius memanfaatkan jalur ini, Anton harus segera mengumpulkan KTP warga sebagai bentuk dukungan sebagaimana syarat mendaftar di KPU. Meski begitu, langkah tersebut belum diambil Anton.
“Jika maju dengan dukungan masyarakat (independen), cost-nya juga bisa lebih murah,” paparnya.
Dikutip dari suryamalang.com, kabar pencalonan Bisri untuk maju menjadi bakal calon Wali Kota Malang di Pilkada 2018, mendapat respon dari Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni UB (PP IKA UB).
Baca: Diminta Tutup Lapak Tanpa Alasan yang Jelas, Peserta Bazar UMKM yang Digelar Pemkot Madiun Kecewa
Ketua umum PP IKA UB, Syamsul Ma'arif dan jajaran pengurus menyatakan dukungan agar Prof Bisri tetap fokus dalam mengembangkan dan meningkatkan kinerja UB sebagai perguruan tinggi kebanggaan warga Malang dan menjadi salah satu PTN terkemuka di Indonesia bahkan di Asia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-malang-wali-kota-m-anton-malang_20170222_153750.jpg)