Jatim Terendam Banjir
731 Pengungsi di Desa Klesem Pacitan Butuh Bantuan
Warga Desa Klesem ini sudah diungsikan sejak Selasa (28/11/2017) pagi, pasca terjadi longsor Selasa (28/11/2017) dini hari.
Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Yoni Iskandar
Dia mengatakan, baru hari ini warga yang mengungsi mendapatkan bantuan. Sebab, Rabu (29/11/2017) jalur Pacitan-Trenggalek masih tertutup longsor sehingga tidak dapat dilewati.
"Bantuan baru datang hari ini," katanya.
Sehari sebelumnya, para pengungsi hanya makan, nasi bingkus sebanyak dua kali dari bantuan desa setempat.
Saat ini, kata Tohari, pengungsi membutuhkan penerangan karena listrik padam. Selain itu, juga air bersih, tikar,selimut, baju, dan makanan.
Seorang pengungsi Misrotin (27) mengaku membutuhkanair bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Sudah tiga hari ini, ia bersama dua anaknya yang masih berusia dua tahun dan sepuluh tahun tinggal di pengungsian.
"Butuh lampu (penerangan), air, makanan, tikar," katanya.
Ia mengaku kesehatannya juga mulai terganggu. Ia mengaku masih takut, dan masih sering pusing akibat trauma.
"Masih sering pusing. Trauma kalau sudah tidak ada matahari," katanya.
Perangkat Desa Klesem, Erna Setiawati, mengatakan data Rabu (29/11/2017) malam, terdapat 731 pengungsi. Namun, diperkirakan verrambahbsekitar 100 orang pada hari ini.
"Data tambahan pagi ini, ada sekitar 100 orang. Tapi belum kami catat jumlah pastinya," katanya.
Ricuh, Penyerahan Bantun API Ramah Lingkungan Ditolak Ratusan Nelayan Lamongan
Dari 731 pengungsi, 58 orang balita, dewasa 625 orang, dan lansia 48 orang. Dia mengatakan, di Desa Klesem terdapat 103 rumah yang tak bisa dihuni, dengan jumlah 650 jiwa.
Dia berharap, pemerintah setempat dapat segera memberikan bantua pasca dibukanya jalur Pacitan-Teenggalek.
Beberapa kebutuhan yang diperlukan di antaranya gas elpiji untuk bahan bakar, baju, selimut, kasur, dan makanan.
Untuk diketahui, di Dusun Duren,Desa Klesem masih terdapat empat orang yang dilaporkan hilang akibat longsor,namun belum ditemukan. Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, merupakan lokasi paling parah akibat bencana longsor, Selasa (28/11/2017). (Surya/Rahadian bagus)