Pasien Curhat Praktek Dugaan Kolusi Tebus Obat, Dirut RSUD Caruban Langsung Bentuk Tim Khusus

Dirut RSUD Caruban milik Pemkab Madiun langsung bentuk tim khusus merespon keluhan praktek dugaan kolusi tebus obat.

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Mujib Anwar
Thinkstock.com
Ilustrasi 

"Harga obat dengan resep yang sama, sangat jauh berbeda. Pada saat saya beli apotek di luar harga Rp 675 ribu. Tapi harga obat di Apotek Metro yang dibeli adik saya dengan resep yang sama Rp 1.350.000," katanya.

Ia kemudian menanyakan terkait perbedaan harga obat tersebut, namun oknum perawat yang ditemuinya tidak mau menjawab.

Ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Baron membenarkan kejadian yang dia alami yang ditulis di grup Facebook.

"Ya seperti yang ditulis itu. Waktu itu kan sebelumnya nggak diinfo mana apotek yang ditunjuk. Cuma dikatakan disuruh beli di apotek yang di luar. Saya milih yang murah, kan persyaratannya minta kwitansi dan tanda tangan bermaterai dari instansi tersebut. Setelah disetorkan ada komen kok nggak di apotik ini, dari awal kan nggak ditunjuk apotik tertentu," tegasnya.

Ia mengaku sangat kecewa dengan pelayanan di RSUD Caruban, dan berharap pihak manajemen segera menindak oknum perawat tersebut. 

"Saya cuma minta tolong oknumnya itu dibenahi," imbuhnya. (Surya/Rahadian Bagus)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved