Pjs Koento Adji Gagal Masuk ke Ruang Rektor Unikama, Penyebabnya ini
Upaya Plt Ketua PPLP PT PGRI Universitas Kanjuruhan (Unikama), Slamet Riyadi dan Pjs Rektor Unikama Dr Koento Adji Kurniawan bersama pejabat struktura
Penulis: Benni Indo | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Upaya Plt Ketua PPLP PT PGRI Universitas Kanjuruhan (Unikama), Slamet Riyadi dan Pjs Rektor Unikama Dr Koento Adji Kurniawan bersama pejabat struktural lainnya menduduki kantor rektor Unikama gagal, Jumat (5/10/2018).
Para rombongan tertahan di depan pintu gerbang kampus karena pagarnya digembok oleh petugas keamanan.
Sempat terjadi keributan antar petugas satpam kampus dengan satpam di pihak Koento. Namun keributan itu tidak berlangsung lama.
Karena tidak bisa masuk kampus, Slamet dan Koento Adji Kurniawan bersama pejabat struktural Unikama lainnya tak mau memaksakan diri.
• Alasan Persebaya Tak Ambil Jatah Official Training di Stadion Kanjuruhan Jelang Lawan Arema FC
Mereka enggan membongkar atau merusak gembok pintu pagar kampus meski dikawal puluhan anggota polisi. Para rombongan akhirnya membubarkan diri.
Setelah itu, Koento mengadu ke Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL DIKTI) di Surabaya, Jumat (5/10/2018).
Mereka mengadu ke LL DIKTI karena tidak bisa masuk Unikama untuk menjalankan tugas dan kewajibannya setelah dilantik.
“Kami tak mau anarkis. Makanya kami adukan kondisi di kampus saat ini ke LL DIKTI. Sebab, pelantikan Pjs Rektor itu sesuai arahan dan persetujuan dari Kemenristekdikti dan LL DIKTI,” papar Slamet kepada Tribunjatim.com.
Slamet mengaku sangat kecewa dengan Rektor Dr Pieter Sahertian. Sebab, Pieter yang sudah dinyatakan diberhentikan dari Rektor Unikama oleh yayasan dinilai tidak kooperatif. Juga soal rencana Pieter yang hendak memaksakan diri untuk mewisuda mahasiswa.
Dia mengingatkan mahasiswa agar hati-hati ikut wisuda. Sebab, ijazah itu harus ditandatangani rektor definitif. Jika tidak, maka ijazahnya tidak sah.
• Tanggul Ambles dan Lumpur Meluber, Warga jadi Was-was, Begini Penjelasan PPLS
“Kalau ijazahnya ditandatangani oleh rektor yang tidak definitif, apalagi sudah diberhentikan itu berbahaya. Sebab ijazahnya dianggap palsu,” paparnya kepada Tribunjatim.com.
“Sebab, Kemenristekdikti memberikan password Pangkalan Data Perguruan Tinggi ke PPLP PT PGRI Unikama, Christea Frisdiantara,” pungkasnya.
Slamet meminta agar Pieter bisa kooperatif demi kepentingan mahasiswa dan keberlangsungan Unikama ke depannya. (Tribunjatim.com/Benni Indo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-malamng-situasi-di-depan-pintu-gerbang-unikama-kanjuruhan-malang_20181005_185853.jpg)