Berkat Alat Deteksi Tornado, Putra Tukang Becak Ini Juarai Expo Science Asia 2018 di Korea Selatan

Dengan segala keterbatasan dan dukungan penuh orang tua, Anton merancang alat pendeteksi tornado dan menjadi juara Expo Science Asia 2018 di Korsel.

Penulis: Benni Indo | Editor: Adi Sasono
ISTIMEWA
Anton saat mengenakan medali emas sembari membentangkan Bendera Merah Putih di Korea Selatan. 

Bahkan dengan penghasilan seperti itu, Asenan berani mengkredit sepeda motor agar digunakan oleh Anton ke sekolah.

Minta Kuliah di Luar Negeri

Bagi Asenan, pendidikan Anton adalah yang utama. Sekalipun penghasilannya jauh dari kata cukup.

“Habis ini juga mau kuliah. Anton mintanya kuliahnya di luar negeri. Nah itu, biaya dari mana?” kata Asenan.

Dihubungi terpisah, Anton menceritakan, ia membuat alat yang terinspirasi dari tumbuhan putri malu.

Alat yang ia ciptakan itu sangat bermanfaat untuk tanda awal ketika ada peristiwa bencana alam tornado.

Anton sendiri menyebut alatnya adalah Tornado Detector System.

Begini 8 Butir Tanggapan Ponpes Tebuireng Jombang Menanggapi Kasus Pembakaran Bendera

“Saya meneliti analogi Putri Malu. Ketika disentuh daunnya kan mengatup. Lalu saya implementasikan analogi itu ke konsep alat Tornado Detector System,” ujar Anton.

Keitka dipamerkan di Korea Selatan, alat dari siswa kelas XII MIPA 7 SMA N 1 Kepanjen itu menjadi perhatian serius para juri dan tamu yang hadir.

Dijelaskan Anton, cara kerja alat itu adalah mendeteksi kecepatan angin yang datang.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved