Mengenal Gejala, Penyebab dan Penanganan Nyeri Leher Menurut Dokter Saraf RS Husada Utama Surabaya
Koemalawati Widjaja mengatakan, nyeri leher, penyakit yang sering menyerang lansia ini bisa menyebar sampai lengan dan punggung atas.
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Ani Susanti
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Christine Ayu Nurchayanti
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Nyeri leher biasanya terjadi pada area atas bahu sampai bawah kepala.
Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis saraf RS Husada Utama, dr Koemalawati Widjaja.
Koemalawati Widjaja mengatakan, penyakit yang sering menyerang lansia ini bisa menyebar sampai lengan dan punggung atas.
Sebagian besar, lanjutnya, nyeri leher disebabkan oleh aktivitas yang membuat leher tegang.
"Antara lain salah posisi tidur, terlalu banyak menunduk atau menengadah, dan otot terkilir," jelas Koemalawati Widjaja, Selasa (8/1/2019).
• Tips Atasi Gigi Berlubang Tanpa Harus ke Dokter, Gak Ribet dan Dikenal Ampuh
Nyeri leher, tutur Koemalawati Widjaja, juga karena cedera akibat kecelakan.
Adapun gejala yang ditimbulkan nyeri leher, jelas Koemalawati Widjaja antara lain sebagai berikut:
Pertama, mengalami sakit kepala atau pusing.
Kedua, otot terasa kaku.
Ketiga, kepala menjadi sulit digerakkan.
Keempat, merasakan nyeri hingga tangan atau kaki.
Kelima, lengan terasa lemah, kesemutan, atau mati rasa
Keenam, nyeri apabila kepala berada di posisi yang sama dalam waktu yang lama.
• Ini 6 Manfaat Buah Plum yang Jarang Diketahui, Terbukti Bisa Turunkan Berat Badan?
Nyeri leher, kata Koemalawati Widjaja, sebaiknya dikonsultasikan pada dokter apabila tidak reda dengan obat penghilang rasa sakit biasa.
"Selain itu jika leher yang sakit tidak membaik setelah beberapa hari dan mencurigai nyeri leher terjadi karena kondisi serius," pungkasnya.
• Tahukah Anda Bahwa Bersin Merupakan Bentuk Pertahanan Tubuh? Yuk Simak Penjelasan Dokter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-nyeri-leher-sakit-leher.jpg)