Menilik Masa Jaya Hi Tech Mall Surabaya, Pusat IT Indonesia Timur yang akan Dikosongkan Tahun Ini
Di masa jayanya, Hi-tech Mall Surabaya Jadi jujugan setiap orang berburu komputer dan laptop sebagian besar masyarakat Indonesia
Penulis: Moh Rivai | Editor: Anugrah Fitra Nurani
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Hi-tech Mall Surabaya menjadi pertokoan komputer dan barang elektronik paling terkenal di era tahun 2000-an.
Tempat itulah yang Jadi jujugan setiap orang berburu komputer dan laptop. Tak hanya warga Surabaya, tak jarang warga luar kota rela datang demi berburu barang elektronik berkualitas.
Tak heran Hi-Tech Mall kerap dijuluki Pasar IT terbesar seluruh Indonesia Timur
Namun seiring perkembangan era, popularitas mall IT itu mulai meredup bersamaan dengan mulai munculnya era Gadget yang lebih ringkas.
(Memanas, Ribuan Pedagang Hitech-Mall Memaksa Masuk Balai Kota Ingin Temui Tri RIsmaharini)
Penggunaan komputer dan laptop tergeser.
PT Sasana Boga, pemegang hak guna usaha gedung Hi Tech Mall memilih tidak memperpanjang haknya yang berakhir pada 31 Maret 2019 depan.
Mall empat lantai yang semua lantai itu tak lama lagi akan dikembalikan ke Pemkot Surabaya setelah 30 tahun beroperasi.
"Pemkot akan mengambil alih Hi-Tech Mall setelah gedung diserahkan. Selanjutnya akan jadi sentra UKM dan gedung kesenian," kata Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya, Maria Ekawati Rahayu.
Berdasarkan perjanjian dengan Pemkot Surabaya, gedung ini dibangun oleh pihak ketiga. Pada 31 Maret 1989 lalu, izin guna usahanya diserahkab pada PT Sasana Boga.
Saat ini, proses menuju penyerahan gedung Hi-Tech mall kepada Pemkot tengah berlangsung. Termasuk rencana mengosongkan gedung sebelum diserahkan ke pemkot.
(Tuntut Pertahankan Hi-tech Mall, Paguyupan Pedagang Surabaya Mall Unjuk Rasa di Depan Balai Kota)
(Pemkot Surabaya Imbau Masyarakat Hati-Hati terhadap Fintech atau Pinjaman Online)
Keputusan ini tampaknya tak disetujui semua pihak. Ratusan pedagang pun nekat turun ke jalan geruduk balai kota Surabaya pada Selasa (26/2/2019) demi tetap mendapat izin berdagang di tempat yang sama.
Saat ini ada 535 pedagang di Hi-Tech Mall yang mempekerjakan banyak orang. Jumlah stan atau kios di gedung tersebut sekitar 350.
Tercatat, ratusan pedagang Hitech Mal tersebut mulai menempati mal IT itu sejak tahun 1990-an.
Mereka menyewa setiap stan atau kios dengan harga sewa (investasi) antara Rp 15 juta - Rp 50 juta untuk area stan berukuran 3x4 meter semasa itu.
Semula, di tahun 1990-an, gedung ini bernama Mega Mal dan baru pada 2000-an berubah menjadi Hitech Mall.