Buku 'Grisse Kota Bandar' Ungkap Sisi Lain Denyut Nadi Gresik Lewat Lensa Kamera

Buku karya Chusnul Cahyadi itu berusaha mengungkap sisi lain Kota Gresik lewat hasil tangkapan lensa kamera

Buku 'Grisse Kota Bandar' Ungkap Sisi Lain Denyut Nadi Gresik Lewat Lensa Kamera
TRIBUNJATIM.COM/ JANUAR ADI SAGITA
Chusnul Cahyadi bersama buku karyanya "Grisse Kota Bandar" 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Gresik sudah lama dikenal sebagai kota bandar, dan perdagangan.

Gresik sendiri berdiri sekitar abad ke-14.

Pada awal berdirinya Gresik juga memiliki seorang bandar wanita yang bernama Nyai Ageng Pinatih.

Sejak saat itu, Gresik pun berkembang sangat pesat.

Jelang Keberangkatan Calon Jemaah Haji, Kemenag Kabupaten Gresik Siapkan 10 Petugas Pendamping

Sebagai kota perdagangan, pelabuhan di Gresik kala itu tak pernah sepi dari kapal-kapal yang merapat.

Bahkan, saat memasuki era kolonial, Gresik masih memegang peranan penting sebagai kota dagang di samping Surabaya.

Kini Gresik telah menjadi kota industri.

Kultur lama dan peradaban modern pun berpadu di Gresik.

Banyak sisi menarik yang memang layak untuk diangkat.

Buku Grisse Sang Bandar
Buku Grisse Kota Bandar (TRIBUNJATIM.COM/ JANUAR ADI SAGITA)

Hal itu pula yang membuat seorang jurnalis asal Gresik, Chusnul Cahyadi membuat sebuah buku tentang Gresik berjudul "Grisse Kota Bandar".

Halaman
123
Penulis: Januar AS
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved