45 Pasien Gagal Ginjal Reguler Cuci Darah, RSU Soewandhie Surabaya Kewalahan
Rumah sakit-rumah sakit di Kota Surabaya belakangan ini kewalahan menerima pasien gagal ginjal kronik.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Anugrah Fitra Nurani
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Rumah sakit-rumah sakit di Kota Surabaya belakangan ini kewalahan menerima pasien gagal ginjal kronik.
Mereka saban minggu memadati ruang khusus Hemodialisis untuk melakukan terapi cuci darah.
Begitu sudah divonis gagal ginjal kronik, selama hidup mereka akan terus melakukan aktivitas medis cuci darah.
Dalam kondisi seperti ini, fungsi ginjal sebagai pemusnah dan mengeluarkan racun dalam tubuh sudah tak berjalan.
(Kisah Tragis Caleg Gagal di Pemilu 2014, Ibu Muda Bunuh Diri di Saung Bambu hingga Jual Ginjal)
(Puskesmas di Gresik Datangi Tiap Kecamatan Periksa Petugas Rekapitulasi, Banyak yang Darah Rendah)
Bila tidak mau cuci darah, satu-satunya hal yang bisa dilakukan pasien ialah transplantasi ginjal. Namun realitanya aksi semacam ini sulit terealisasi.
Selain sulit mencari donor ginjal yang sesuai, biayanya pun sangat mahal.
"Tidak heran kalau saat ini Ruang Hemodialisis selalu penuh karena makin banyak orang kena ginjal kronik. Setiap bulan kami terpaksa mengalihkan 10 pasien baru ke rumah sakit lain," kata dr Ari Triantaanoe SpPD, dokter penangung jawab Ruang Hemodialisis RSUD Soewandhie Surabaya, Minggu (28/4/2019).
Surya mengecek sendiri Ruang Hemodialisis di rumah sakit milik Pemkot Surabaya ini. Ruangan berkapasitas 10 bed lengkap dengan hemodialisier.
Mesin pencuci darah itu setiap hari sudah penuh dioperasionalkan setiap hari. Sebanyak 9 bed mesin hemodialiser dan 1 ekstra.
Jumlah mesin pencuci darah ini sudah ter-booking untuk 45 pasien. Artinya ada 45 pasien reguler yang saat ini terapi medis cuci darah di RS plat merah tersebut. Sebanyak 20 pasien laki dan 25 pasien perempuan.
Mereka dua kali dalam seminggu rutin mencuci darah di Ruang Hemodialisis lantai satu RS tersebut.
"Setiap hari ada dua shift pencucian darah di RS ini. Dalam sebulan ada 450 tindakan cuci darah," kata Ari.
(NUJEK Beri Tambahan Insentif dan Jaminan Kesehatan Bagi Tiap Driver, Ini Besarannya!)
Sebanyak 10 mesin cuci darah itu terhubung dalam sebuah monitor. Tedapat pula sejumlah selang yang terhubung dengan tabung dalam hemodialiser.
Mesin ini akan menyedot darah dan kemudian ditampung dalam tabung mesin. Setelah dicuci, darah yang "bersih" dimasukkan kembali ke tubuh.
Kalau dulu selang ditancapkan di setiap pembuluh darah di lengan sampai lengannya hancur karena setiap tiga hari dicoblos.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ruang-cuci-darah-rsud-dr-m-soewandhie-surabaya-gagal-ginjal.jpg)