Breaking News:

Banjir di Gresik Mencapai Ketinggian Paha Orang Dewasa, Bantuan Makanan Korban Banjir Terisolir

Warga di Tiga Desa terisolir banjir di Gresik akibat luapan Kali Lamong di Kecamatan Cerme mendapatkan bantuan.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Melia Luthfi Husnika
SURYA.CO.ID/WILLY ABRAHAM
Kapolsek Cerme, AKP Iwan H Purwanto saat membagikan bantuan nasi bungkus kepada warga di Desa Jono, Minggu (5/5/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Warga di Tiga Desa terisolir banjir di Gresik akibat luapan Kali Lamong di Kecamatan Cerme mendapatkan bantuan. Mereka terisolir karena ketinggian air cukup tinggi merendam desa sehingga warga tidak bisa beraktifitas.

Selain memberikan bantuan di Desa Tambak Beras, petugas kepolisian dari Polsek Cerme juga memberikan bantuan kepada warga di Desa Jono dan Desa Pandu

Desa Jono merupakan salah satu desa yang cukup parah terdampak di Kecamatan Cerme. Jarak Desa dengan jalan raya yang cukup jauh membuat warga memilih bertahan di rumah.

Warga Cerme Gresik Laksanakan Salat Tarawih Pertama di Tengah Kepungan Banjir, Air Setinggi Paha

Letak desa yang lebih rendah dibanding jalan poros desa ini membuat desa terendam banjir cukup tinggi yakni 70 sentimeter.

Sebanyak 380 rumah terendam banjir. Kebanyakan warga membutuhkan bantuan makanan dan obat-obatan.

Kepala Desa Jono, Asrun mengatakan banjir di Gresik ini membuat aktivitas warga sangat terganggu terutama memasak. Lokasi desa yang cukup jauh membuat warga membutuhkan bantuan makanan.

"Di Jono menunggu kali lamong turun biasanya seminggu, warga tidak bisa masak didalam rumah. Warga yang terkena penyakit sekarang busa langsung ke Puskesdes yang ada di dalam desa," ujarnya.

Selain di Desa Jono, Polsek Cerme juga membagikan di Desa Pandu. Sebelum masuk desa tampak banyak sekali motor berjejer di parkir.

Pentingnya Membaca Niat Puasa Ramadan Menurut Para Ulama, Harus Dilakukan Setiap Hari, Lho!

Kondisi jalan yang tergenang air setinggi 70 sentimeter membuat warga meletakkan motornya di depam pintu masuk desa kemudian berjalan kaki menuju rumah.

Tercatat ada 65 rumah warga yang terdampak banjir dan tambak seluas 25 hektar.

Kapolsek Cerme, AKP Iwan H Purwanto mengatakan pihaknya bersama Bhayangkari, Polairud langsung terjun ke lokasi banjir berjalan kaki menyambangi warga desa memberikan bantuan makanan, sembako dan minuman.

"Kita ikut meringankan beban warga yang terdampak banjir dan bisa merasakan sendiri bagaimana warga merasakan musibah kita turun bersama," ujarnya, Minggu (5/5/2019).

Di Desa Jono, Polairud menyediakan satu perahu karet siap siaga untuk membantu akses warga.

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved