Tol Malang-Pandaan Resmi Dioperasikan, Pemasukan Pajak di Kota Malang Bertambah 3 Miliar

Dampak dari dibukanya jalur Tol Malang-Pandaan (Tol Mapan) adalah pemasukan pajak untuk Kota Malang.

Tol Malang-Pandaan Resmi Dioperasikan, Pemasukan Pajak di Kota Malang Bertambah 3 Miliar
SURYAMALANG.COM/BENNI INDO
Kepala BP2D Ade Herawanto saat halal bihalal dengan Wali Kota Malang Sutiaji, (11/6/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dampak dari dibukanya jalur Tol Malang-Pandaan (Tol Mapan) adalah pemasukan pajak untuk Kota Malang. Banyak wisatawan yang datang ke Kota Malang melalui jalur tol.

Dampaknya, ada kenaikan pemasukan pajak sebanyak Rp 3 M untuk Kota Malang. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang Ade Herawanto.

Ade mengatakan, jalur tol mempermudah akses orang ke Kota Malang. Hal itu pun memberi dampak yang cukup signifikan dalam perputaran ekonomi di Kota Malang.

"Wisatawan yang datang ke Kota Malang biasanya mencari kuliner dan penginapan," ujar Ade, Selasa (11/6/2019).

Perpanjangan SIM di Kantor Satpas Polres Malang Kota Membludak Setelah Libur Lebaran 2019

Tekan Kebocoran Pendapatan, Pemkot Malang Bakal Terapkan e-Parking, Juru Parkir Jadi Karyawan BUMD

Selama libur Lebaran 2019, yakni H+1 hingga H+4, BP2D Kota Malang panen pajak khususnya di sektor restoran dan hotel.

Kenaikan jumlah penerimaan pajak dari sektor restoran dan hotel naik tajam dibanding tahun sebelumnya di periode yang sama saat libur Lebaran.

Saat ini jumlah wajib pajak (WP) restoran saja mengalami peningkatan menjadi 1.700 WP. Sementara perolehan pajak sampai dengan awal Juni mencapai Rp 32,23 Miliar.

Sementara di periode yang sama di tahun lalu, perolehan pajak dari sektor restoran mencapai kurang lebih Rp 29 Miliar.

"Tahun ini restoran dan hotel jauh lebih ramai. Sepertinya ini dampak setelah dibukanya tol Mapan, pasti ada yang sengaja datang untuk menikmati kuliner atau sekedar mencoba tol saja," tambahnya.

Menurutnya, tingkat keramaian restoran tersebar di lima kecamatan. Namun yang paling mendominasi adalah kawasan Kecamatan Klojen, Kecamatan Lowokwaru, dan Kecamatan Blimbing.

Sampai H+7 Lebaran, tim Satgas resto dan hotel tetap melakukan upaya jemput bola untuk meraup pendapatan lebih tinggi.

"Jadi mereka belum libur saat lebaran," tegas Ade.

(Benni Indo)

Penulis: Benni Indo
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved