Kasus Warga di Blitar Keracunan Massal Setelah Santap Rawon, Dinkes Masih Teliti Penyebab Sebenarnya

Dinkes Kota Blitar masih meneliti penyebab sebenarnya warga di Kota Blitar keracunan massal setelah santap rawon di acara yasinan tetangga.

Kasus Warga di Blitar Keracunan Massal Setelah Santap Rawon, Dinkes Masih Teliti Penyebab Sebenarnya
SURYA/SAMSUL HADI
Petugas Dinkes Kota Blitar mengambil sampel air di pemilik rumah yang menyelenggarakan acara yasinan di Jl Kurma, Kota Blitar. 

Dari total itu, sebanyak 11 orang menjalani rawat inap dan selebihnya 27 orang menjalani rawat jalan.

"Untuk yang rawat inap kami belum mengupdate lagi datanya. Informasinya, kemarin sudah ada beberapa yang diperbolehkan pulang," katanya.

Plt Wali Kota Blitar, Santoso mengatakan, para korban keracunan sudah mendapat perawatan medis.

Cerita Penjual Rawon Dolly di Festival Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan, Sudah Berdagang 15 Tahun

Menurutnya, Dinkes Kota Blitar sudah mendata para korban keracunan.

"Kalau berdasarkan penjelasan kepala Dinkes, dugaan penyebab keracunan dari daging di masakan rawon. Tapi, sekarang masih diteliti," katanya.

Dikatakannya, kejadian keracunan itu tidak ada unsur kesengajaan.

Pemilik hajatan tidak punya niat menyajikan makanan yang dapat membahayakan warga.

"Kasihan pemilik rumah yang menggelar acara yasinan. Itu tidak ada unsur kesengajaan," ujarnya.

Diduga Keracunan Rawon, Satu Keluarga di Mojokerto Masuk Rumah Sakit, Satu Meninggal Dunia di UGD

Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga Jl Kurma, Kelurahan/Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, diduga keracunan setelah menyantap rawon di acara yasinan di rumah tetangga.

Sejumlah warga mengalami mual, pusing, diare dan dibawa ke rumah sakit, Sabtu (3/8/2019).

Halaman
123
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved