Lebih dari 100 Ijazah Lulusan S3 UM Ditahan Karena Belum Menulis Karya Ilmiah Terindeks Scopus

Universitas Negeri Malang (UM) memulai orientasi prodi untuk mahasiswa baru (maba) pascasarjana, Senin (12/8/2019).

Lebih dari 100 Ijazah Lulusan S3 UM Ditahan Karena Belum Menulis Karya Ilmiah Terindeks Scopus
SURYAMALANG.COM/SYLVIANITA WIDYAWATI
Mahasiswa baru pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM) menerima KTM secara simbolis saat pembukaan orientasi prodi di Graha Cakrawala, Senin (12/8/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Universitas Negeri Malang (UM) memulai orientasi prodi untuk mahasiswa baru (maba) pascasarjana, Senin (12/8/2019).

Sebanyak 745 maba telah melakukan registrasi. Wakil Rektor (WR) bidang kurikulum Prof Dr Budi Eko Soetjipto MEd MSi menyatakan sesuai kebijakan pemerintah, untuk lulusan S2 harus menghasilkan karya ilmiah yang terbit di jurnal internasional jika bisa.

"Jika tidak, bisa masuk ke jurnal terindeks di SINTA (Science and Technology Index) Ristekdikti 1-6," kata Budi pada wartawan.

Sutiaji Sambut Siswa-Siswi Berprestasi yang Harumkan Nama Kota Malang di Kancah Internasional

Sedang bagi S3, terhitung untuk angkatan 2016 ke atas, untuk bisa ujian harus memperoleh accept letter/penerimaan untuk publikasi yang terindeks Scopus dan Thomson Reuters," jelasnya.

Jika tidak bisa menunjukkan itu, maka ijazahnya tidak bisa diambil meski sudah diwisuda. Saat ini sudah ada lebih dari 100 ijazah S3 ditahan UM.

Menurutnya, ini sudah ada peraturan menterinya terhitung pada 1 Desember 2017 dan ada masa tenggang waktu/toleransi selama dua tahun. Sehingga yang lulus 1 Januari 2018 harus punya publikasi.

"Yang saya tahu sudah lebih dari 100 ijazah saya tahan. Bahkan fotokopian pun tidak saya berikan," jelasnya.

Dengan begitu, mereka terpacu melakukan publikasi internasional agar bisa memperoleh ijazahnya.

Pengerjaan Tol Pandaan-Malang Seksi V Terancam Molor, Pembebasan Lahan Jadi Penyebabnya

Alasan belum bisa publikasi di jurnal terindek misalkan ada masalah kedalaman materi atau metode penelitian. "Tapi bisa juga tiap editor jurnal memiliki kebijakan sendiri," jelas Budi. Jumlah jurnal ada 2000 an.

"Bisa juga mahasiswa S3 menulis jurnal bersama dosen yang membimbingnya," kata dia.

Halaman
12
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved