Tangisan Ibu Bayi 14 Bulan Tunggui Mayat Ayah Pecah Saat Bicara via Video Call, Si Bayi Cium Ponsel

Tangisan Ibu Bayi 14 Bulan Tunggui Mayat Ayah Pecah Saat Bicara via Video Call di Jember, Si Bayi Tertawa Lalu Cium Ponsel.

Tangisan Ibu Bayi 14 Bulan Tunggui Mayat Ayah Pecah Saat Bicara via Video Call, Si Bayi Cium Ponsel
SURYA/SRI WAHYUNIK
Sulastri ibu bayi N menghubungi melalui sambungan video call 

Tangisan Ibu Bayi 14 Bulan Tunggui Mayat Ayah Pecah Saat Bicara via Video Call, Si Bayi Cium Ponsel

TRIBUNJEMBER.COM, RAMBIPUJI - Tangisan ibunda bayi N, Sulastri (35) tidak terbendung saat berbincang dengan bayi perempuan berusia 14 bulan pada 22 Agustus mendatang itu.

Pemandangan itu terlihat saat ponsel milik sang kakak Setiyanti disodorkan kepada bayi N.

Ketika itu, Yanti telepon melalui sambungan video call dengan Sulastri yang ada di Taiwan.

Bayi 14 Bulan Tunggui Mayat Ayahnya di Jember, Diserahkan ke Keluarga Si Ibu dari Banyuwangi

Kisah Bayi 14 Tahun Tunggui Mayat Ayah, Peluk Kepala Dusun, Nangis Ingat Ayahnya Yah, Minta Susu

Bude Bawa Bayi 14 Tahun Tunggui Mayat Ayahnya ke Banyuwangi, Berbekal Pesan Si Ibu Tolong Jaga Dia

Ketika video call tersambung, Yanti menyodorkan ponsel itu ke bayi N. Bayi N yang melihat wajah ibunya langsung bergumam 'mam-mam-mam' sambil memegangi ponsel itu.

Dia juga menunjuk wajah Sulastri dan sempat menciumnya.

Sulastri tak kuasa menahan tangis. Air mata perempuan itu langsung berjatuhan. Sesekali dia memanggil yang anak memakai nama kesayangan 'Cenut'.

Bayi N beberapa kali juga terlihat terkekeh sambil berdiri. Namun perbincangan itu tidak berlangsung lama karena bayi N kembali meminta minum.

"Mik," katanya. Ia pun asyik menyedot susu formula di botolnya. Yanti pun menyudahi panggilan telepon itu. Kepada Sulastri, Yanti berujar jika anaknya sudah aman dan baik-baik saja.

Begitu juga dengan Kapolsek Rambipuji AKP Sutarjo yang melihat dan mendengar perbincangan itu. Sutarjo meyakinkan jika bayi N sudah aman dan kondisinya membaik.

"Anak sampeyan baik-baik saja, sudah aman," ujar Sutarjo.

Bayi N merupakan bayi yang ditemukan menunggui mayat ayahnya, Fauzi di dalam kamar rumahnya di Perumahan Kaliwining Asri C-6 Desa Rambipuji Kecamatan Rambipuji, Jember, Rabu (14/8/2019). Fauzi diduga sudah meninggal selama tiga hari. Bayi dan jasad ayahnya terkunci di dalam kamar itu.

Bayi N tinggal berdua bersama ayahnya, Fauzi alias Aan Junaidi (40) di rumah tersebut. Sedangkanya ibunya, Sulastri bekerja sebagai TKW di Taiwan. Sulastri baru sekitar tiga bulan bekerja di negara tersebut.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved