Gegara Proyek Jalan di Blitar, Pipa PDAM Bocor & Aliran Air Mati, Warga Bingung Cari Air Untuk Mandi

Gegara Proyek Jalan di Blitar, Pipa PDAM Bocor & Aliran Air Mati, Warga Bingung Cari Air Untuk Mandi.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Sudarma Adi
SURYA/SAMSUL HADI
Pekerja mengoperasikan alat berat untuk mengeruk badan Jalan Maluku, Kota Blitar, Selasa (27/8/2019). Genangan air dari pipa PDAM yang bocor menggenangi bekas galian jalan di lokasi. 

Gegara Proyek Jalan di Blitar, Pipa PDAM Bocor & Aliran Air Mati, Warga Bingung Cari Air Untuk Mandi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Proyek pembangunan Jalan Maluku, Kota Blitar, berdampak pada pelanggan PDAM di yang tinggal di sekitar lokasi. Persoalannya, pipa PDAM bocor terkena alat berat saat proses pengerukan badan jalan.

Akibatnya, aliran air PDAM ke sejumlah pelanggan di kawasan itu mati. Hingga Selasa (27/8/2019), jaringan pipa PDAM bocor belum diperbaiki. Sebagian pelanggan kebingungan untuk mendapatkan air.

Motor Pelajar Dirampas Penjahat saat Melintas di Jalan Pintas Hutan Maliran Kabupaten Blitar

Cerita Bisnis Sound System Blitar yang Diikutkan Adu Kencang, Bisa Bikin Pingsan dan Pecahkan Kaca

Uji KIR Kini Sistem Online, Bisa Hemat Waktu Pelayanan, Dishub Kota Blitar: 25 Menit Per Kendaraan

Salah satu pelanggan PDAM, Anang Tri Widodo (48) mengatakan pipa PDAM bocor sejak Senin (26/8/2019). Pipa PDAM bocor karena terkena alat berat saat proses pengerukan badan jalan.

"Kemarin, saya sudah lapor ke PDAM, tapi sampai sekarang belum diperbaiki," kata Anang.

Padahal, keluarga Anang mengandalkan air PDAM untuk kebutuhan sehari-hari. Karena PDAM mati, dia kebingungan air untuk kebutuhan mandi dan mencuci. "Akhirnya saya minta air ke tetangga untuk mandi," ujarnya.

Warga lain, Endah mengatakan pengerukan jalan dilakukan sekitar sepekan ini. Proses pengerukan menggunakan alat berat. Saat proses pengerukan ada jaringan pipa PDAM yang terkena alat berat.

"Banyak pipa yang bocor karena terkena alat berat. Sebagian sudah diperbaiki dan sebagian belum. Air PDAM ke pelanggan terganggu karena ada proyek," katanya.

Anggota DPRD Kota Blitar, Rido Handoko mengatakan sudah mendapat laporan masalah itu dari warga. Dewan juga sudah mengecek proses pengerjaan proyek itu di lokasi.

"Memang ada beberapa jaringan pipa PDAM yang bocor terdampak proyek jalan ini. Kami sudah koordinasi dengan PDAM terkait masalah itu," katanya.

Saat mengecek ke lokasi, kata Rido, warga juga mengeluhkan soal jembatan darurat di lokasi proyek. Warga meminta agar pelaksana proyek menambah jembatan darurat yang menghubungkan ke rumah warga.

"Posisi jalannya sudah dikeruk, tidak bisa dilewati kendaraan. Warga minta ada penambahan jembatan darurat untuk lewat sepeda motor menuju ke rumah," ujarnya.

Pelaksana proyek Marsim mengatakan sudah berkoordinasi dengan PDAM terkait pipa bocor karena aktivitas proyek. Menurutnya, sebagian pipa yang bocor sudah diperbaiki. "Sebagian lagi belum diperbaiki, karena baru kemarin bocornya," katanya.

Dia menjelaskan proyek pembangunan Jalan Maluku sepanjang 885 meter. Anggaran proyek sekitar Rp 4 Miliar. Badan jalan di lokasi akan diganti dengan beton yang dilapisi aspal di atasnya. Lebar jalan yang sebelumnya 5 meter diperlebar menjadi 6,5 meter.

Proses pengerjaan masih tahap pengerukan badan jalan. Badan jalan dikeruk sedalam 45 sentimeter. Proses pekerjaan dilakukan bertahap. Saat ini, hanya saparuh badan jalan yang dikeruk. Sedangkan separuhnya lagi masih dipakai untuk lalu lintas kendaraan.

"Sesuai kontrak, proses pekerjaan pembangunan jalan ini selesai Desember 2019," ujar Marsim.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved