Terlibat Kasus Korupsi Pengadaan Kapal, Sales Representatif Rekanan PT DPS Ditahan Kejati Jatim

Sales representatif rekanan PT DPS ditahan Kejati Jatim karena terlibat kasus korupsi pengadaan kapal.

Terlibat Kasus Korupsi Pengadaan Kapal, Sales Representatif Rekanan PT DPS Ditahan Kejati Jatim
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Tersangka Adri Siwu, Sales representatif A&C Trading Network, rekanan PT DPS digiring menuju tahanan Rutan Kejati Jatim, Selasa (27/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Selama lima jam lamanya sejak pukul 09.30 WIB hingga pukul 15.00 WIB, menjalani pemeriksaan, akhirnya penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim menahan tersangka Adri Siwu.

Dia merupakan sales representatif A&C Trading Network, rekanan PT DPS.

Ia diduga terlibat dalam kasus korupsi pengadaan kapal floating crane PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) yang merugikan negara senilai Rp 63 miliar. 

Kejati Jatim Periksa Belasan Saksi Dari Komisaris PT DPS dan Appraisal di Gedung Bundar Kejagung

"Tersangka merupakan hasil dari pengembangan. Dalam putusan (terdakwa dalam perkara yang sama) disebutkan diduga terlibat dalam korupsi PT DPS," terang Kepala Kejati Jatim, Sunarta, Selasa (27/8/2019).

Adapun peran tersangka yaitu merupakan pihak yang menghubungkan antara PT DPS dengan  A&C Trading Network.

Dalam perkara ini, Adri dijerat Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP. 

"Tersangka kami tahan untuk 20 hari ke depan. Kami berupaya agar dengan penahanan ini berkas perkara segera bisa dituntaskan," pungkas Sunarta.  

7 Saksi Dugaan Korupsi Pengadaan Kapal PT DPS Tak Penuhi Panggilan Kejati Jatim, Penyidikan Ditunda

Perkara ini bermula ketika pada 2015, PT DPS mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp200 miliar. 

Dari jumlah itu, Rp100 miliar diantaranya digunakan untuk membeli kapal floating crane.

Rekanan dalam pengadaan kapal ini adalah PT A&C Trading Network.

Meski alokasi anggarannya sebesar Rp100 miliar, namun harga kapal sendiri dibeli seharga Rp 63 miliar. 

Kapal floating crane yang dibeli, berasal dari Rusia.

Sayangnya, kapal tersebut bukan kapal baru. Melainkan kapal bekas buatan tahun 1973.

Sidang Dugaan Korupsi Kapal Floating Dok PT DPS, Kuasa Hukum Riry Syeried Jetta Tolak Bukti Jaksa

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved