Polisi Geledah Rumah Pria Trenggalek Ini Cari Bukti, Temukan Ribuan Pil Koplo di Kandang Kambing

Polisi Geledah Rumah Pria Trenggalek Ini Cari Bukti, Temukan Ribuan Pil Koplo di Kandang Kambing.

Polisi Geledah Rumah Pria Trenggalek Ini Cari Bukti, Temukan Ribuan Pil Koplo di Kandang Kambing
SURYA/AFLAHUL ABIDIN
Gelar tangkapan tersangka pil koplo di Mapolres Trenggalek, Senin (9/9/2019). 

Polisi Geledah Rumah Pria Trenggalek Ini Cari Bukti, Temukan Ribuan Pil Koplo di Kandang Kambing

TRIBUNTRENGGALEK.COM, GANDUSARI - Y Candra, warga Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek tak juga kapok.

Polisi tiga kali menangkap pria 29 tahun ini karena mengedarkan pil koplo.

Terakhir, ia ditangkap Satreskoba Polres Trenggalek pada Jumat (6/9/2019) di rumahnya. Sebelumnya, Candra dua kali ditangkap Polres Tulungagung ketika masih tinggal di kabupaten itu beberapa tahun lalu.

Mantap Usung Mas Ipin Jadi Bupati Kembali, PDIP Trenggalek Mulai Lirik Menggandeng Partai Lain

Permudah Mobilisasi Warga, Pemkab Trenggalek Bangun Tiga Halte MPU Baru, Gelontorkan Dana 98 Juta

Puluhan Orang dari Berbagai Daerah Eksplorasi Pantai Trenggalek Naik Paddle Board

Polisi menemukan pil koplo sekitar 1.670 butir. Pil itu disembunyikan di bawah tumpukan pakan di kandang kambing. Pil dibungkus dalam kemasan berisi rata-rata 100 butir.

"Satu bungkus dapat untung Rp 100.000," kata Candra, saat polisi menggelar rilis di Mapolres Trenggalek, Senin (9/9/2019).

Sebelum menangkap Candra, polisi terlebih dulu menciduk Sukari, warga Trenggalek. Ia ditangkap saat mabuk di pintu masuk terminal bus. Dari dia, polisi mengamankan 170 butir pil koplo.

Sukari, kata Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, membeli pil itu dari Candra.

"Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil menangkap pelaku [Candra] dan mengamankan barang bukti di rumahnya," kata Didit.

Oleh Candra, pil koplo itu dijual seharga Rp 2.500 per 2 butir. Bapak dua anak itu membeli barang tersebut dari Tulungagung.

"Pengedarannya di wilayah Trenggalek," kata Kapolres.

Selain pil koplo, polisi juga menyita dompet, uang tunai Rp 3.000, dan telepon selular.

Ia dijerat dengan pasal 197 jo pasal 106 ayat 1 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar subs pasal 196 jo pasal 98 ayat 2 dan 3 dengan ancaman maksimal Rp 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved