Warga Surabaya Senang Dapat Bantuan Master Meter dari Amerika, Tak Perlu Mandi Air Sumur

Badan independen pemerintahan AS menyerahkan bantuan sambungan air PDAM ke warga Surabaya.

Warga Surabaya Senang Dapat Bantuan Master Meter dari Amerika, Tak Perlu Mandi Air Sumur
SURYA/DELYA OKTOVIE
Direktur Utama PDAM Kota Surabaya, Mujiaman (tengah) menerima bantuan Master Meter dari USAID IUWASH PLUS di Dyandra Convention Center, Surabaya, Kamis (12/9/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Badan independen dari pemerintahan Amerika Serikat, United States Agency for International Development (USAID) bersama Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) hari ini menyerahkan hasil pembangunan 900 sambungan air PDAM melalui sistem Master Meter pada masyarakat, di Dyandra Convention Center, Surabaya, Kamis (12/9/2019).

Sambungan ke 900 rumah ini merupakan program dari USAID Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan untuk Semua (IUWASH PLUS), yang bekerja sama dengan 35 pemerintah daerah di delapan provinsi, yakni Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara dan Papua, serta dua daerah khusus yakni DKI Jakarta dan Kabupaten Tangerang.

Risma Tanggapi Keluhan Mampetnya Air PDAM Surabaya, Sebut Sudah Perintahkan untuk Segera Normalisasi

Warga Tambaksari, Suyatno, mengatakan dirinya sangat berterima kasih atas bantuan Master Meter ini.

Pasalnya, sebelum ada Master Meter, warga tiap hari mandi menggunakan air sumur.

"Master Meter PDAM Surabaya ini dipadukan di wilayah kami, tepatnya Kapas Madya. Saya atas nama warga mengucapkan terima kasih tak terhingga pada semua pihak yang telah membantu kami. Kami sejak dulu sangat butuh air bersih, tiap hari warga mandi pakai air sumur, sumurnya kotor," tutur Suyatno.

Bila ingin air bersih, warga harus membeli lewat penjual keliling.

PDAM Surabaya Bakal Beri Kompensasi Warga Terdampak Mampetnya Air PDAM, Kami Akan Konsultasikan

Warga lainnya dari Gunung Anyar, Latifah, mengatakan sambungan air bersih ini sangat membantu warga dalam menjaga kebersihan diri sekaligus berhemat.

"Air sumur lebih sering membuat sabun tidak berbusa dan terasa ada yang tertinggal di badan setelag mandi. Sekarang setelah ada sambungan air, pengeluaran untuk air menjadi lebih murah (tidak lagi beli di tukang air keliling)," ucapnya.

Alifah Lestari, Deputy Chief of Party USAID IUWASH PLUS mengatakan, ini merupakan program Amerika Serikat yang membantu akses air minum dan sanitasi, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Surabaya sudah 98 persen akses minum lewat perpipaan, jadi 2 persen yang belum dan sulit aksesnya. 2 persen itu jumlahnya cukup besar," ujarnya.

Air PDAM di Surabaya Mampet 4 Hari, Direktur PDAM Surya Sembada Janjikan Besok Normal Kembali

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved