Emak-emak Asal Gresik Diadili, Gara-gara Gelapkan Mobil hingga Bikin Rugi Leasing Rp 291 Juta

Emak-emak Gresik harus diadili di Kejari Tanjung Perak lantaran menggelapkan mobil hingga bikin rugi leasing Rp 291 juta.

Emak-emak Asal Gresik Diadili, Gara-gara Gelapkan Mobil hingga Bikin Rugi Leasing Rp 291 Juta
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Terdakwa Nuriyah bersama pengacaranya saat jalani sidang di PN Surabaya, Rabu (18/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjung Perak Surabaya, I Gede Willy Pramana menghadirkan empat orang saksi dalam sidang lanjutan kasus penggelapan mobil Honda BR-V yang menjerat terdakwa Nuriyah. 

Emak-emak asal Kedamean, Gresik ini didakwa dengan pasal 372 KUHP.

Dimana terdakwa dianggap tidak pernah melakukan angsuran mobil BR-V senilai Rp 4 juta lebih. 

Ketua DPD Gerindra dan DPC PPP Gresik Daftar Bakal Calon Bupati-wakil Bupati Lewat PDI Perjuangan

Bermula pada 21 Maret 2018, terdakwa Nuriyah menandatangani perjanjian pembiayaan multiguna dengan PT Chandra Sakti Utama Leasing dengan uang muka sejumlah Rp 77 juta, dan hutang pokok sejumlah Rp 188 juta beserta bunga sejumlah Rp 108 juta. 

"Sehingga jumlah hutang keseluruhan sejumlah Rp 296 juta, kemudian jumlah angsuran per bulan yang dibayar oleh terdakwa yang mulai dibayar sejak 6 April 2018 sampai dengan 6 Maret 2023 sejumlah Rp 4,9 juta," kata JPU Willy saat bacakan dakwaan, Rabu (19/8/2019). 

Setelah ditandatangani perjanjian tersebut, selanjutnya dibuat akta jaminan fidusia no. 92 yang dibuat dihadapan notaris dan terbit sertifikat jaminan fidusia nomor W15.00332930.AH.05.01 Tahun 2018 pada 11 April 2018. 

Polisi Bongkar Cara Nelayan Gresik Curi Onderdil Truk di Benowo, Sekali Beraksi Lucuti 5 Trailer

Kemudian terdakwa pada 6 April 2018 melakukan pembayaran angsuran pertama kepada PT Chandra Sakti Utama Leasing dan sekitar  Mei terdakwa dan Achmad (DPO) melakukan penggantian terhadap nomor plat Honda BR-V untuk mengelabui pihak finance. 

Selanjutnya, terdakwa menyerahkan barang tersebut ke Suratman (DPO) tanpa sepengetahuan dan persetujuan Leasing PT Chandra Sakti Utama. 

"Hingga sampai saat ini, terdakwa tidak pernah melakukan pembayaran angsuran terhadap Honda BR-V tersebut. Sehingga menyebabkan PT Chandra Sakti Utama Leasing mengalami kerugian sebesar Rp 291 juta," pungkas JPU Willy. 

Remaja Putri Lamongan Nekat Curi 6 Gelang di Toko Perhiasan Gresik, Nangis saat Keciduk Warga

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved