Breaking News:

Lagi Butuh Modal Usaha ? PT KAI Daop 7 Madiun Beri Pinjaman dengan Bunga Rendah Bagi Pelaku UMKM

Lagi Butuh Modal Usaha ? PT KAI Daop 7 Madiun Beri Pinjaman dengan Bunga Rendah Bagi Pelaku UMKM.

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Sudarma Adi
SURYA/RAHADIAN BAGUS
Vice President Daop 7 Madiun, Wisnu Pramudyo, mencicipi nasi pecel khas Kota Madiun di Bazar UMKM Mitra KAI di Stasiun Madiun. 

Lagi Butuh Modal Usaha ? PT KAI Daop 7 Madiun Beri Pinjaman dengan Bunga Rendah Bagi Pelaku UMKM

TRIBUNMADIUN.COM, MADIUN - Suasana berbeda tampak di Stasiun Madiun, Senin (23/9/2019).

Pagi itu, tampak sejumlah pedagang berjualan di pintu masuk stasiun Madiun.

Beberapa di antaranya berjualan camilan, souvenir, pulsa dan juga ada pedangan yang berjualan pecel khas Kota Madiun.

Rupanya, para pelaku UMKM ini merupakan mitra binaan PT KAI Daop 7 Madiun.

Ingin Kembangkan Kereta Penumpang, Delegasi Kamboja Kunjungi PT INKA di Madiun

Polres Madiun akan Segera Tetapkan Tersangka Kasus Galian Ilegal Watu Dakon Resort

Ada 36 Kecelakaan di Perlintasan Rel Area Daop 7 Madiun di 2019, PT KAI Buat Sosialisasi Keselamatan

Vice President PT KAI Daop 7 Madiun Wisnu Pramudyo menuturkan, selama sekitar sebulan PT KAI Daop 7 Madiun menggelar Bazar UMKM Mitra KAI di Stasiun Madiun. Bazar UMKM Mitra KAI ini berlangsung sejak 19 September 2019 hingga 12 Oktober 2019.

"bazae UMKM seperti ini digelar di seluruh stasiun besar di Indonesia. Tujuannya untuk mengembangkan UMKM atau potensi lokal di sekitar stasiun," jelasnya, Senin (23/9/2019) pagi.

Untuk wilayah Daop 7 Madiun, PT KAI telah menggelontorkan bantuan permodalan sekitar Rp 700 juta untuk membantu pelaku UMKM di wilaya Daop 7. Namun, dari jumlah tersebut anggaran yang terserap atau dimanfaatkan baru sekitar Rp 200 juta.

Padahal, para pelaku UMKM yang ada di wilayah Daop 7 Madiun dapat mengajukan permodalan atau pinjaman modal dengan bunga rendah kepada PT KAI.

Wisnu menuturkan hingga saat ini KAI Daop 7 telah bermitra dengan sekitar 100 UMKM yang tersebar di seluruh wilayah Daop 7 Madiun. Di antaranta di Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, hingga Kertosono.

"Ini merupakan program corporate social responsibility (CSR), dan tahun ini merupakan tahun yang kedua. Ini merupakan program pinjaman lunak, yang bunganya hanya sekitar 3 persen per tahun," imbuhnya.

Untuk bisa mendapatkan bantuan permodalan ini, pelaku UMKM hanya perlu mengajukan proposal usaha dan dilengkapi syarat administrasi. Setelah itu, tim program ini akan melakukan survey lokasi usaha pelaku UMKM yang mengajukan bantuan modal.

Meksi tidak sulir, kata Wisnu, saat ini bantuan permodalan dari PT KAI belum banyak dimanfaatkan para pelaku usaha. Padahal para pelaku usaha kerap mengeluhkan masalah permodalan.

"Untuk waktu pengajuannya terbuka terus. Yang penting untuk pelaku UMKM yang meminjam modal ini bisa lancar membayar kreditnya. Agar bisa gantian dengan pelaku UMKM lain dan kita pun juga bertanggungjawab atas penggunaan CSR ini," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved