Pria Trenggalek Ini Jambret Ponsel Pepet Motor Lalu Kabur 7 Bulan, Diciduk Polisi Saat Habis Melaut

Pria Trenggalek Ini Jambret Ponsel Pepet Motor Lalu Kabur 7 Bulan, Diciduk Polisi Saat Habis Melaut.

Pria Trenggalek Ini Jambret Ponsel Pepet Motor Lalu Kabur 7 Bulan, Diciduk Polisi Saat Habis Melaut
SURYA/AFLAHUL ABIDIN
Kapolres Trenggalek AKBD Jean Calvijn Simanjuntak saat jumpa pers kasus penjambretan modus pepet rampas, Kamis (3/10/2019) 

Pria Trenggalek Ini Jambret Ponsel Pepet Motor Lalu Kabur 7 Bulan, Diciduk Polisi Saat Habis Melaut

TRIBUNTRENGGALEK.COM, TRENGGALEK - Mukayat (54), penjambret ponsel dengan modus pepet rampas, akhirnya ditangkap setelah tujuh bulan buron.

Selama buron, warga Desa Masaran, Kecamatan Munjungan itu menghabiskan waktu untuk melaut. Maklum saja, mata pencaharian utama pelaku adalah nelayan.

Mukayat ditangkap saat ia baru saja berlabuh di salah satu pantai di Kecamatan Watulimo.

Bupati Mas Ipin Ingin Perempuan di Trenggalek Punya Peran Besar dalam Pertumbuhan Ekonomi

Hasil Tiga Minggu di Amerika, Mas Ipin Fokus Kembangkan Ekonomi Perempuan Trenggalek

Kerusuhan di Wamena: 116 Warga Trenggalek Jadi Migran di Wamena, 1 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Kapolres Trenggalek AKBD Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan, setelah mendapat informasi dari masyarakat terkait keberadaan pelaku, polisi langsung menangkapnya.

“Setelah aksi, tersangka melarikan diri. Lari selama kurun waktu tujuh bulan. Analisa dan pendalaman tim polsek – kami menurunkan tim untuk mengejar –diketahui bahwa tersangka melarikan diri dengan berpindah-pindah tempat melaut,” kata Calvijn, saat jumpa pers, Kamis (3/10/2019).

Aksi perampasan ponsel dengan modus pepet rampas itu terjadi pada 11 Februari lalu.

Ceritanya, korban Desi Nur Fitriyani sedang membonceng rekannya di jalan umum tepi Pantai Blado sekitar pukul 21.45 WIB.

Tersangka tiba-tiba mendekat, menjambak kerudung korban, dan mendorong motor yang mereka kendarai. Korban pun tersungkur di pasir hingga luka-luka.

Pelaku lalu turun. Ia memukul dan merampas telepon genggam yang sedang dipegang korban. Setelah itu, ia langsung kabur hingga akhirnya ditangkap pada 27 September lalu.

Tersangka, berdasarkan pengakuan kepada polisi, sudah dua kali menjambret telepon genggam dengan modus yang sama. Ia pernah ditangkap untuk kasus serupa.

“Tapi kami tidak langsung percaya. Kami berusaha mendalami dan membuka apabila ada korban-korban lain dengan modus yang sama. Apabila ada di area jalan tersebut atau sekitarnya dengan modus yang sama, kami akan dalami,” ungkap dia.

Untuk kasus itu, polisi mengamankan barang bukti berupa telepon genggam yang dijambret lengkap beserta dusnya dan nota pembelian.

Tersangka dijerat pasal 365 ayat (1) KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Ia diancam hukuman pidana maksimal sembilan tahun penjara.

Atas kejadian itu, Kapolres mengimbau agar warga Trenggalek berhati-hati saat berkendara. Warga juga diimbau agar tak menggunakan telepon genggam saat berkendara

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved